Jumat, 23 Agustus 2013

Siapa Bangsa Yakjuj Dan Makjuj


Marilah Kita lihat satu-satu akan hal-hal yang terkait dengan bangsa Yakjuj dan Makjuj

Siapa Bangsa Yakjuj Dan Makjuj

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan

Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."

Kami biarkan mereka di hari itu (Pada Perang Dajjal) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, QS. Al-Kahfi: 93-99

Apa sebenarnya tujuan didirikannya tembok Zulkarnain, hal yang pasti itu merupakan permintaan dari hanya satu kaum “kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan” untuk apa (agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka) mereka minta dibuatkan dinding pembatas wilayah mereka dengan Yakjuj dan Makjuj, siapakah mereka yaitu “sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi” berarti bisa dijelaskan bahwa :
  1. Tujuan awal dinding ini agar mereka (hanya satu kaum) mendapatkan perlindungan dari serangan (diperangi) Yakjuj dan Makjuj,
  2. Berarti hal kedua bisa diartikan pula adalah bahwa Yakjuj dan Makjuj pernah melakukan kerusakan/peperangan sebelum-sebelumnya yang mengakibatkan kerusakan dan pembunuhan yang besar, karena itu kaum ini minta dibuatkan pembatas wilayah mereka yang terbuka dari serangan dan menunjukkan selalu ketidakmampuan melawan serangan tersebut. ini dapat diartikan pula ciri-ciri Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa yang suka membuat kerusakan, kita harus meneliti sejarah siapakah bangsa yang suka membuat kerusakan dalam peperangan dan berhubungan dengan turunan dari utara ini. (di dalam sumber literatur yang penulis sertakan dibawah ada dijelaskan perjalanan asal-usul, suku bangsa Yakjuj dan Makjuj dan turunannya)
  3. Dari sini ada hal ketiga yang berarti cukup tembok diantara dua gunung itu saja, mereka telah dapat selamat, kenapa demikian, berdasarkan penelitian dan beberapa penjelasan diatas, jelaslah bahwa hanya sedikit ruang tembus di daerah mereka (kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan) yaitu disekitar pegunungan kaukakus dimanapun tembok itu sebenarnya berada, sementara bila Yakjuj dan Makjuj ingin menyerang kaum ini lagi maka ia harus berputar jauh dulu kearah timur atau barat, dan ini bisa memakan waktu lama dan termaksud bahwa kaum Yakjuj dan Makjuj ini akan berhadapan dahulu dengan bangsa-bangsa lain yang ada di timur dan barat, seperti berputar ke timur, akan bertemu bangsa China dan ternyata bangsa China membuat tembok pula disana (Puncak gunung yang dikatakan sebagai tempat Yakjuj Makjuj akan turun di akhir jaman nanti adalah di pergunungan Caucasus dan juga banjaran-banjaran tinggi di sekitar Mongolia, Kazakhstan dan juga Russia Selatan contohnya seperti banjaran Himalaya, Tien Shan, Elbruz, dan lain-lain. Banjaran-banjaran yang tinggi itu merupakan tembok alam ciptaan Allah swt sebagai penghalang daripada ancaman dashyat Yakjuj dan Makjuj dan selebihnya pula adalah tembok-tembok ciptaan manusia sendiri iaitu Tembok Besi Iskandar Zulkarnain di Fergana, Tembok Besar China, Gerbang Besi Tiemen Kuan, Tembok Derbend di Gunung Caucasus, Tembok Gorgan di Iran Utara dan Tembok Kota Zeng Zhou).
  4. Ternyata dari penutupan celah antara dua gunung ini pula telah menyelamatkan wilayah Khurasan, Persia dan Timur Tengah dari serangan langsung Yakjuj dan Makjuj, bila pun mereka mau menyerang Khurasan, Persia dan Timur Tengah maka mereka harus berputar jauh dahulu atau hanya bila dinding tembok telah runtuh.

"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); "Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Anbiya 21:96)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda: “Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj dan Ma’juj, lebar mukanya, kecil matanya, dan menyala (terang) rambutnya. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai”.

Dalam nash ini “mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi”, bila dikaitkan di jaman pertengahan bisa diartikan dari gunung-gunung yang memang bisa seperti itu karena halangan mereka adalah pegunungan kaukakus, bila dikaitkan jaman sekarang, bangsa turunan Yakjuj dan Makjuj haruslah pula sebagai suku yang tidak lagi liar dan mengikuti perkembangan teknologi sekarang atau bagian peradaban maju sekarang, berarti bisa turun cepat dari tempat tinggi dapat diartikan dua hal, arti pertama adalah mereka sebagai penguasa/pemimpin (tempat tinggi adalah para penguasa atau para pemimpin sebagai makna kiasan), artinya mereka penguasa atau pemimpin di beberapa bagian/bangsa dunia, baik terlihat atau terselubung, Arti kedua adalah turun dari langit sebagai tempat yang tinggi atau dikatakan pesawat-pesawat dengan parasut, wajah seperti perisai layaknya tentara yang mencoret-coret wajah atau memakai helm perang, mata yang kecil layaknya keadaan orang yang lagi mabuk dan narkotika. Siapakah diantara ras-ras atau bangsa-bangsa sekarang yang dapat membawa banyak pasukan di atas langit atau banyak memimpin di dunia yang banyak membuat perang dan meninggalkan kerusakan perang yang parah termaksud pembantaian dan pembunuhan? anda harus lihat perang dunia kesatu dan kedua dan perang-perang yang terjadi dari jaman khalifah hingga jaman sekarang dan tentu saja berhubungan dan merupakan masih anak turunan dari bangsa di utara ini. Anda bisa lihat sejarah Salahuddin Al Ayyubi dan Quthbuddin Al Yunaini, siapa yang membantai banyak manusia dan menghancurkan kota-kota pada jaman itu. Jangan katakan mereka bangsa Allien dengan UFO-nya soalnya mereka pernah membuat beberapa kali kerusakan-kerusakan dahulu kala dan pernah terkurung wilayahnya.

Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka adalah dari keturunan Adam dari keturunan Nuh, dari anak keturunan Yafits yakni nenek moyang bangsa “Turk” yang terisolir oleh benteng tinggi yang dibangun oleh Dzulqarnain.

Magogh bin Yafet bin Nuh bin Lamik (Lamaka) bin Metusyalih (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qianan bin Anus bin Syit bin Adam.

Ya’juj dan Ma’juj adalah merupakan keturunan manusia, yaitu masih keturunan anak lelaki Nuh bernama Yafis dan berhijrah ke utara, yaitu ke Eropa dan Rusia bagian Selatan, selepas banjir kering. Keturunan Sam berpindah di sekitar bumi Kanaan lalu membentuk bangsa Arab dan sekitarnya. Keturunan Ham pula berhijrah ke Afrika lalu membentuk bangsa Afrika.

Oleh itu sekiranya seseorang itu berketurunan nabi, beliau semestinya manusia dan malahan boleh dianggap berketurunan mulia dan baik-baik. Oleh itu, tidak munasbah menyatakan Ya’juj dan Ma’juj makhluk ghaib (jin?) tetapi berketurunan nabi-nabi.

Turun dengan cepatnya bisa diartikan sebagai strategi serangan/barisan yang kuat atau piawai/memiliki kecepatan (seperti berkuda atau berkendaraan dan berpesawat) atau serangaan yang sangat kilat dalam menghancurkan/ahli dalam membuat persenjataan yang hebat, jitu dan cepat.

Satu Yakjuj dan yang lain Makjuj seakan-akan menjelaskan bahwa bangsa ini terdiri dari dua ras genetika suku bangsa terbesar yang bila dikaitkan sebagai anak turunan nabi Adam as (bapak peradaban awal dan bapak manusia) atau anak turunan nabi Nuh as (bapak peradaban tengah dan sekarang) dan bila dikaitkan dengan jumlahnya yang sangat banyak, kita bisa melihat mereka seharusnya sekarang adalah bangsa yang jumlahnya sangat besar, maka kita harus meneliti 2 genetika ras terbesar di dunia yang paling banyak terdapat pada manusia.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslim memerangi kaum ‘Turk’ (Tartar), kaum yang wajahnya (licin dan lebar) seperti perisai. Mereka akan mengenakan pakaian (yang terbuat) dari bulu, dan mereka berjalan mengenakan (sepatu yang terbuat) dari bulu”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i)

Menurut penjelasan lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tiba Kiamat hingga kalian memerangi kaum yang alas kakinya terbuat dari bulu. Dan kiamat tidak akan tiba sampai kalian memerangi kaum yang bermata kecil dan berhidung mancung” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Dua hadis ini cocok dengan apa yang terjadi terhadap ciri-ciri dan serangan bangsa Mongol, maka salah satu genetika rasnya adalah sama dengan yang di jumpai pada bangsa ini.

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada Isa ‘alaihissalam: Sesungguhnya aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-Ku menuju Thuur. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala keluarkan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya….” (HR. Muslim)

Kata-kata : “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya….” Sangat jelas pengertiannya bahwa  orang yang berkata seperti itu pernah melihat secara langsung tempat itu atau pernah mendengar kabar/informasi/TV/internet tempat itu, seperti bila Anda berkata: “Sungguh dahulu disini tidak ada jalan aspal/Sungguh dahulu disini masih ada pasar”. Jadi bila mereka adalah orang yang terkurung atau berada di dalam bumi bagaimana mereka tau bahwa dahulu di danau Thabariyah banyak air, bila merujuk sebelum kurungan yang notabene awalnya beribu tahun lalu sebelum terbuka, tidak mungkin nenek moyang-moyang Yakjuj dan Makjuj ini masih hidup ribuaan tahun dan menceritakan adanya danau tersebut kecuali mereka dahulu adalah terpelajar dan menuliskan di manuskrip (ada hadis dan ayat yang menggambarkan bahwa tidak ada makhluk atau manusia yang dibuat kekal). Maka yang tepat adalah orang-orang yang ada disekitar daratan bumi yang punya akses atau berita dan informasi. Dan perlu Anda ketahui bahwa Danau Thabariyah ini telah ¼ nya kering dan benar-benar dipakai buat di minum, dari barisan pertama kali yang datang menduduki tanah ini hingga yang datang berkunjung hari ini ke Israel. Penulis belum tahu pasti akan barisan keberapakah di esok hari yang datang ke Israel yang tidak kebagian minuman dari danau Thabariyah ini. Yang kering air-nya juga kemungkinan akan dibantu oleh 3 tahun kemarau hingga lebih cepat dari perkiraan.

Dari abu hurairoh bahwa Rasulullah bersabda, sesungguhnya yajuj dan majuj menggali [Dinding] setiap hari. ketika mereka nyaris melihat sinar matahari berkatalah orang yang di atas mereka. Kembalilah dan kita akan menggalinya lagi besok. Allah lalu mengembalikanya lebih rapat dari semula. Hingga mereka sampai ke tempat mereka dan Allah berkehendak untuk membangkitkan mereka kepada manusia. Mereka menggali sampai ketika mereka nyaris melihat cahaya matahari, berkatalah pemimpin mereka, kembalilah, kita akan menggalinya lagi besok. Hari berikutnya mereka kembali dan keadaanya sama seperti pada hari mereka meninggalkanya. Maka menggalinya dan keluar kepada manusia. Mereka mengeringkan air. Orang orang berlindung dari mereka di benteng benteng.”

Gambaran melihat sinar matahari lebih bersifat kiasan bahwa mereka ingin segera keluar dari kurungan yang berkutat di seputar wilayahnya saja dan berbuat apa yang mereka mau sebagai kemerdekaan bebas sebebas-bebasnya seperti orang yang berada lama di penjara yang berkata ingin segera melihat matahari (keluar penjara) hingga tidak henti-hentinya mencari jalan kebebasan namun selalu dihalangi karena belum waktunya tersebut dan juga bila di rujuk ke arah bawah wilayahnya (selatan) termaksud salah satunya adalah wilayah khurasan yang dikatakan dengan nama lain sebagai “tempat terbitnya matahari” bisa diartikan pula seakan-akan mau cepat bebas dan bergerak menyerbu ke daerah sana namun terhalang bangunan tinggi alam dan buatan yang tak dapat dilewati. Penghadangan tembok ini terjadi selama 2000 tahun, mengingat pengulangan 2x hari (2 x 1000) pada hadis sampai akhirnya terbuka yaitu pada saat penaklukan yang dilakukan Mongol.

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Mardhawiyyah melalui Abdullah bin Amru, juga diriwayatkan oleh Abdu bin Hamid melalui sanad sahih daripada Abdullah bin Salam: “Sesungguhnya (Yakjuj dan Makjuj) daripada zuriat Adam dan di belakang mereka ada tiga umat, tidak mati di kalangan mereka melainkan meninggalkan lebih daripada seribu zuriat.

Dari Tabrani dan Ibnu Mardhawiyyah dan Al-Baihaqi dan Abdu bin Hamid daripada Ibnu Umar: “Dinamakan (Yakjuj dan Makjuj) kepada tiga umat: Tawil, Taris dan Mansik”.

Imam Al-Alusi berpendapat bahawa Yakjuj dan Makjuj mempunyai umur yang paling panjang. Ibnu Kathir telah berkata bahawa bilangan mereka tidak dapat ditetapkan, tetapi pasti jumlah mereka sangat ramai.

mereka tidak mati sebelum melihat seribu keturunannya (zuriat), dikatakan bahwa Yakjuj dan Makjuj tidak akan mati kecuali melihat seribu keturunannya, mengapa demikian? Ada tiga pengertian disini :
  1. Bahwa semenjak dahulu mereka adalah orang-orang berprilaku barbar dan kafir, yaitu yang suka melakukan pergaulan bebas dan perkosaan yang merupakan bagian sifat barbar dan sifat penganut kebebasan sebebas-bebasnya, bahkan hingga sekarang pergaulan bebas itu masih terwujud, hingga layaklah mereka memiliki perkembangan bilangan turunan ras yang akan sangat banyak dan sub-keturunan suku dan bangsa yang banyak karena percampuran antar suku-suku mereka yang sesama penyuka gaul bebas, janganlah berpikir bahwa pengertian diatas adalah tiap satu orang bisa memiliki seribu anak, karena pengertian ini adalah pengertian yang kedua namun secara kiasan. Walaupun ada juga diantara mereka punya lebih dari 100 anak seperti Kaisar/Raja dan kaum bangsawan yang punya banyak selir.
  2. Yakjuj dan Makjuj tidak akan mati kecuali telah melihat 1000 orang lainnya telah mengikuti ajakan, paham atau kepercayaan mereka, seperti : Demokrasi, Liberalisme, Materialisme, Komunisme, dan nisme-nisme lainnya. Bolehlah kita katakan bahwa kepercayaan dari sub-suku-suku dan sub-bangsa-bangsa Yakjuj dan Makjuj memiliki kepercayaan Atheisme, Paganisme, Dinamisme, Animisme, Polytaisme, dsb dengan sistem anutannya demokrasi, liberal, komunis, materialis, dsb. Selain tentu saja bukan Islam. Seribu keturunan diartikan tiap pemimpinan kepercayaan atau ideologi mampu membawa seribu orang lain yang mengikutinya dan menjadi pengikut aliran dan faham mereka dan pengikut ini mengembangkannya lagi ke 1000 orang lainnya dan seterusnya.
  3. Bisa juga pemaknaannya seribu keturunan adalah turunan dari awal hingga akhir telah menjadi berkembang berjumlah 1000 sub-suku-suku/bangsa-bangsa di dunia, baru Yakjuj dan Makjuj mati secara global yaitu pada saat mereka terkumpul diakhir jaman menyerang pasukan Imam Mahdi dengan jumlah suku yang menyerang sebanyak 1000 suku.

Mengapa demikian? Masih ingatkah akan Hadis Qudsi ini :

dari abu said al kudri dari rosulullah beliau bersabda: 'allah berfirman! 'wahai adam! Lalu adam menjawab, 'aku sambut panggilanmu ya allah, dan dengan bahagia aku menerima perintahmu, segala kebaikan berada di tanganmu. Kemudian ia berfirman, 'keluarkanlah pasukan ahli neraka! Adam bertanya, 'apakah pasukan ahli neraka itu? Allah berfirman, dari 1000 orang ada 999 orang (yang masuk neraka). Maka ketika itu anak anak kecil rambutnya mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandunganya, dan kamu lihat manusia sama mabuk padahal mereka tidak mabuk, melainkan hanya adzab Allah itu pedih. Para sahabat bertanya, 'wahai rosulullah, bagaimana posisi kita kalau yang bukan pasukan neraka itu hanya satu orang di antara seribu orang? Beliau menjawab, bergembiralah karena di antara kamu hanya seorang (yang masuk neraka) sedangkan dari yajuj dan majuj seribu orang (yang masuk neraka). Shahih bukhari.

Hadis ini selain menggambarkan jumlah perbandingan penduduk Surga dan Neraka tapi juga menggambarkan di akhir jaman selain dari orang Islam adalah pasukan Neraka, berarti merujuk keseluruhan bangsa-bangsa dunia selain dari Islam, adalah pasukan Neraka, bila kurang jelas bisa diartikan selain dari Islam, agama dan kepercayaan apapun adalah pasukan Neraka, yaitu bisa juga diperbandingan umat Neraka dari umat Islam dengan pasukan Neraka yang lain adalah 1:1000, dan siapakah yang dibandingkan ini, Yakjuj dan Makjuj maka malah dibilang tidak akan mati melihat 1000 turunan/pengikut ideologi dan kepercayaan mereka, sama dengan pembanding ke orang Islam 1:1000. Masih tidak percaya bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa seluruh dunia yang akan menjadi lawan tanding pada perang Dajjal bagi umat Islam “Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj. Pada lafaz yang lain: “Dan tidaklah posisi kalian di antara manusia melainkan seperti rambut putih di kulit sapi yang hitam, atau seperti rambut hitam di kulit sapi yang putih.”. Masih nga percaya, lihat lebih lengkap dua Hadis Qudsi ini lagi, lagi-lagi ada perkataan perbandingan dengan Yakjuj dan Makjuj, masih tidak percaya ya, di Injil saja ada dikisahkan tentang Dajjal yang akan menyesatkan seluruh bangsa yang teridentifikasi turunan Yakjuj dan Makjuj atau Gog dan Magog “Dan ia akan keluar untuk menyesatakan bangsa-bangsa yang tersebar di keempat penjuru bumi, seperti Gog Magog. Mereka akan dikumpulkan oleh Iblis untuk berperang. Jumlah mereka seperti pasir ditepi laut.” (Wahyu 20:8) dan pasukan Neraka ini adalah keturunan nabi Adam as berarti manusia lah Yakjuj dan Makjuj, Posisi Kita diakhir jaman adalah berada di dalam dua umat ini, kedua umat ini kalau berbaur entah karena ideologi atau pergaulan bebas atau kepercayaan dan agamanya melainkan akan memperbanyaknya, siapa, ya Yakjuj dan Makjuj, klo tidak kenapa Kita hanya disebut diantara dua umat yakni umat Yakjuj dan umat Makjuj dan kemana umat-umat/bangsa-bangsa/suku-suku lain seperti Yahudi, Nasrani, bani Ishaq, Rum, Khuz dan Kirman dan bani-bani lainnya?, bukankah masih ada anak-anak dan wanita-wanita yang tidak berperang. Malahan umat Islam dikatakan didalamnya lagi bukan diantaranya, berarti ada juga mereka yang telah Islam sebelumnya dengan kata lain, bisa saja suku Anda adalah bagian Yakjuj dan Makjuj namun Anda tidak karena keislaman tersebut. Masih tidak percaya, satu lagi penguatnya, yaitu ada hadis dari Ibnu Abbas: “Bumi itu terbagi menjadi enam. Lima bagian dihuni oleh Yakjuj dan Makjuj, sedangkan yang satu dihuni oleh makhluk yang lain” (pen: dunia mengenal adanya 6 benua) dan Dari Imran bin Hushain r.a., Rasulullah saw. bersabda,’...dan demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya bahwa kalian adalah kilauan dua makhluk yang selalu berkembang jumlahnya yaitu Yakjuj dan Makjuj yang berasal dari keturuan Adam, keturunan Iblis’ (HR Turmudzi). Jadi musuh Islam akhir jaman dalam perang Dajjal adalah perbandingan pasukan Islam 1:1000 dari seluruh bangsa-bangsa juga secara global dan secara penamaan global. Pernahkan meneliti rambut putih diantara rambut hitam, berapakah perbandingannya?. Apakah seluruh dunia yang akan menyerang Kita? Tentu, Tidak!.

Karena masih ada peradaban setelah “periode jaman Islam akhir” nantinya yaitu peradaban “periode jaman Kiamat”, dimana satu pria berbanding 50 wanita, tidak heran banyak wanita mengejar pria akan menyebabkan pergaulan yang sangat bebas pada masa tersebut (ciri pergaulan bebas ini selalu melekat dari dahulu), masih ada umat-umat lain yang diselamatkan Allah dijauhkan dari Dajjal dan Yakjuj dan Makjuj, masih ada umat kafir tapi yang mengaku diri Islam (kaum munafik dan fasik) dan masih ada mereka sisa-sisa Yakjuj dan Makjuj yang tidak berperang karena tinggal diwilayahnya saja dan akan beriman pula kelak kepada nabi Isa as, yaitu kebanyakan anak-anak dan istri-istri mereka dan sedikit pria yang tidak berperang yang kelak akan diIslamkan kembali oleh nabi Isa as, jadi tujuannya di akhir jaman adalah penghancuran umat Islam kelak bukan penghancuran keseluruhan kota-kota dan peradaban dunia tapi akan fokus pada umat Islam, peradaban dan kota-kotanya dan ini sesuai dengan tujuan sebenarnya New World Order dan Depopulation Program, dimana ini bukan pengurangan manusia di bumi menjadi hingga 500.000.000 jiwa saja, melainkan punya tabir lain yang bertujuan sebenarnya adalah penghapusan Islam dari muka bumi dengan salah satu caranya membiarkan perang atau membuat perang. Dan perlu diingat Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa-bangsa dengan kekerasan, jadi pada masa sebelum dan saat perang Dajjal akan terjadi peperangan-peperangan yang saling menghancurkan antara bangsa-bangsa itu juga atau ini akan termaksud rangkaian perang dunia ketiga, Namun perlu diingatkan kembali dan yang dimaksud Yakjuj dan Makjuj sendiri seperti di gambaran hadis-hadis lain adalah yang dipercaya berhubungan dengan turunan dari bangsa utara pada kisah Zulkarnain. Masalahnya bangsa yang diidentifikasi ini sub-turunannya benar-benar telah menguasai tempat-tempat seluruh dunia jaman sekarang ini, di tiap negara bakan ditiap suku ada yang merupakan turunan campurannya.

Yakjuj dan Makjuj adalah penyebutan global nama kumpulan besar dari bangsa-bangsa dunia, maka ketika nabi Muhammad SAW menyebut bangsa Rum dengan 80 bendera, bisa jadi ini adalah penyebutan Yakjuj dan Makjuj dahulu, kemudian setelah tabir terbuka pada nabi, maka nabi memberi spesifikasi baru berupa kabar nama suku atau nama bangsa, bisa jadi pula mengingat ada beberapa gelombang serangan yang akan datang, serangan dari bangsa-bangsa terakhirlah yang dimaksud Yakjuj dan Makjuj pada hadis, Yakjuj dan Makjuj adalah serangan gelombang terakhir dari seluruh dunia selain Islam, siapapun dari bangsa apapun yang ikut pada serangan terakhir itu.

Dalam alkitab dijelaskan bahwa Yerusalem berada ditengah-tengah dari banyak bangsa-bangsa yang akan menyerangnya dari segala penjuru bukan hanya dari utara, Anda tahu, yang akan menyerang itu adalah Gog Magog dan Anda tahu, bahwa yang diartikan bahwa Yerusalem (baca:Israel) berada ditengah dan siapa bangsa-bangsa yang akan menyerang dari segala penjuru? dan kenyataan terlihat adalah negara-negara di segala penjuru Israel notabene adalah dikelilingi negeri-negeri Islam. Anda tahu telah sejak lama Islam lah yang mereka angap Gog Magog. Maka ketika jihadis dan Hamas dan yang lain bergejolak, mereka tekun memberangusnya. Bahkan Amerika telah membangun banyak pangkalan disegala penjuru dunia yang strategis dan mengelilingi negeri-negeri Islam, apakah sebuah persiapan peperangan?. Klo tidak dunia tidak seramai hari ini hingga puncaknya kelak. Sungguh makar Allah SWT yang hebat! dan negeri apakah yang kelak telah runtuh kemudian dihuni kembali, besar kemungkinan yang termakna adalah negeri-negeri Syam dalam mulai kehancuran kota-kotanya saat ini.

Dikatakan pula bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah pengikut Dajjal dan Ideologi Dajjal juga “Dan ia akan keluar untuk menyesatkan bangsa-bangsa yang tersebar di keempat penjuru bumi, seperti Gog Magog. Mereka akan dikumpulkan oleh Iblis untuk berperang. Jumlah mereka seperti pasir ditepi laut.” (Wahyu 20:8) dan mengingat femokusannya adalah turunan dan sub-sub turunan dari utara yaitu Turk atau Bangsa Alan atau Scnthya yang notabene telah bercampur baur dengan sub-turunan dari 10 suku Yahudi yang hilang. Apakah kalian tidak serasa mabuk melihat dan mendengar dan mengetahui hal ini bahwa Seluruh Dunia adalah …. Lawan mu.

Mereka akan berkumpul dan berkumpul makin lebih banyak dan memperbanyak diri dalam serangan gelombang terakhir menghancurkan kota-kota Islam setelah kekalahan gelombang-gelombang awal tidak dapat melumpuhkan atau mengalahkan Islam bahkan meskipun telah di pimpin oleh Dajjal sendiri. Yakjuj dan Makjuj walaupun bisa diartikan seluruh bangsa di dunia kecuali Islam namun penamaannya difokuskan pada saat perang saja atau yang membuat kerusakan dan pembantaian dari dahulu hingga sekarang atau yaitu yang kelak akan menjadi lawan tanding terakhir umat Islam diakhir jaman saja.

“Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj” bisa diartikan juga umat Islam diantara (umat yang tidak mempunyai Tuhan), seperti Komunis dan Atheis dan (umat yang Mentuhankan selain Allah SWT), seperti Demokrasi, Liberalis dan Materialis.

Bila kita lihat sisi utara pada alkitab "Yehezkiel 38:2 "Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Gog di tanah Magog, yaitu raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan bernubuatlah melawan dia" yang kita bisa difinisikan sebagai daerah di rusia/uni soviet atau lebih sfesifik ke kaum komunis keseluruhan yang ada di dunia, disisi lain yahudi dan bangsa barat adalah bagian besar 12 suku bani Israel, dan sisi yang lain lagi adalah umat Islam. Maka jauh hari bani israel telah menganggap gog magog adalah komunis dan islam, itu sebabnya perang dingin dan peperangan-peperangan kecil baik fisik dan rohani (faham dan politik) terang dan terselubung selalu terjadi antara barat dengan komunis (uni soviet, sekarang Rusia dan negara-negara penganut paham komunis sekarang) dan juga umat Islam, begitupun makar yang dibuat Allah SWT hingga kaum komunis merasa islam dan demokrasi/liberal adalah musuh alam mereka, dan begitu pun akhirnya kaum islam akhirnya kelak akan merasa pula bahwa komunis dan demokrasi/liberal adalah gog magog, unik dunia akan selalu terbentuk konflik-konflik dan pos-pos segitiga antar tiga sisi-sisinya yaitu kaum-kaum inilah yang dimaksud, masing-masing telah mengklaim diri yang benar dan lawan adalah gog magog, sebagaimana makna lain dari “Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj”. Tidaklah heran Amerika sebagai gerbang depan bani israel akan selalu memberangus pergerakan dari uni soviet dan sekarang rusia dan pendukung komunis lainnya dan juga umat islam, namun akan tetapi kelak komunis dan demokrasi liberal akan bersatu melawan islam setelah Dajjal mempersatukan mereka.

Hal New World Order dan sejarah Yakjuj dan Makjuj ini adalah dalam sumber literatur dibawah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah berfirman: “Wahai Adam!” maka ia menjawab: “Labbaik wa sa’daik” kemudian Allah berfirman: “Keluarkanlah dari keturunanmu ahli neraka!” maka Adam bertanya: “Ya Rabb, apakah ahli neraka itu?” Allah berfirman: “Dari setiap 1000 orang, 999 di neraka dan hanya 1 orang yang masuk surga.” Maka ketika itu para sahabat yang mendengar bergemuruh membicarakan hal tersebut. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang menjadi satu orang tersebut?” Maka beliau bersabda: “Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj. Pada lafaz yang lain: “Dan tidaklah posisi kalian di antara manusia melainkan seperti rambut putih di kulit sapi yang hitam, atau seperti rambut hitam di kulit sapi yang putih.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa'id Radhiyallahu' anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada Adam, "Wahai Adam!" Adam menjawab, "Saya penuhi panggilan-Mu serta segala kebahagiaan dan kebaikan ada pada diri-Mu." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, 'Allah berfirman, "Keluarkan (para calon penghuni) utusan neraka." Adam bertanya, "Siapakah utusan penghuni neraka?" Allah menjawab, "(yaitu) sebanyak 999 orang dari tiap-tiap 1000." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Demikian itu ketika anak kecil beruban, sebagaimana dalam firman Allah, "Pada hari kiamat gugurlah kandungan semua wanita yang hamil dan kamu lihat manusia dalam keadaaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah amatlah keras." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Keadaan ini sangatlah berat (dahsyat) bagi mereka." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah! Siapa di antara kami yang termasuk calon penghuni neraka?" Rasulullah menjawab, "Bergembiralah kalian, karena (perbandingannya penghuni neraka) jika dari kaum Ya'juj Ma'juj ada 1000 orang, maka dari kalian adalah satu orang." Lalu beliau bersabda; "Dan demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, sungguh aku sangat berharap agar kalian menjadi '1/4 (seperempat) dari penghuni surga." Maka kami (para sahabat) langsung bertahmid dan bertakbir kepada Allah. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda lagi, "Dan demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, sungguh aku sangat berharap agar kalian adalah 1/3 dari penghuni surga." Maka kami pun langsung bertahmid dan bertakbir kepada Allah. Kemudian beliau bersabda lagi, "Dan demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, sungguh aku sangat mengharapkan kalian termasuk setengah dari penghuni surga. Sesungguhnya perumpamaan kalian dari umat-umat lain adalah bagaikan bulu putih di kulit lembu hitam, atau bagaikan belang di kaki himar.

Dalam rangkaian Hijrah seribu empat ratus (tahun) dan hitungan dua atau tiga……. (ada data yang  hilang) Al-MAHDI Al AMIN keluar dan memerangi seluruh dunia dan menghimpun orang-orang sesat (Nasrani) dan dimurkai Tuhan (Yahudi), dan orang-orang yang terseret dalam kemunafikan (orang Munafik dan fasik dari yang mengaku Islam dan Bangsa-bangsa lainnya) di bumi Isra’ dan Mi’raj di tepi bukit MAJIDUN.

Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku makar dan pelacur. Namanya AMIRIKA. Ia menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu Yahudi dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh Al QUDS dan Al MADINAH Al MUQADDASAH (Kota yang disucikan).

Semua negeri datang dari laut dan udara, kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan. Al MAHDI melihat bahwa seluruh dunia melakukan makar buruk kepada dirinya dan ia melihat bahwa makar Allah lebih hebat lagi. Ia melihat bahwa seluruh alam Tuhan berada dalam kekuasaannya. Akhir dari perang itu ada di tangannya, dan seluruh dunia merupakan pohon yang dimilikinya dari dahan hingga ranting-rantingnya.

Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu Al Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al KHAZAR dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah datang dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang DAJJAL, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan………”

Pasukan yang sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya seperti cocok gambaran Yakjuj dan Makjuj, Yahudi Al Khazar yaitu Yahudi yang ada di Israel dan sekitarnya, Bani Israel disini mungkin pula bisa dimaksud adalah 10 suku Yahudi lainnya yang dikabarkan hilang dahulu, sekarang terbagi menjadi ras rambut pirang dan ras mata sipit (Khuz, Kirman, Amerika, Inggris dan sekutu) yang dianggap juga oleh peneliti sebagai ras Yakjuj dan Makjuj, pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya (Yakjuj dan Makjuj pada gelombang terakhir). Pertanyaannya mengapa dikatakan “Semua negeri datang dari laut dan udara (tempat tinggi dan cepat), kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan” apakah versi menakutkan adalah negeri dingin dan negeri sangat panas versi wilayah Yakjuj dan Makjuj sebenarnya. Ada juga gambaran di sebuah hadis bahwa pada akhir jaman ada juga umat yang dikutuk menjadi kera dan babi entah sifatnya atau fisiknya atau baunya, bila melihat konteks kesifat-sifat diri dari bangsa-bangsa Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa rakus, barbar, penghancur, dan pembunuh, bisa juga dikontekskan sebagai sifat-sifat hewani yang mirip sifat kera dan babi.

Dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah telah bersabda kepadanya, "Wahai Anas, sesungguhnya manusia akan menempati banyak tempat, dan sebuah tempat yang akan mereka tempati dinamakan Bashrah (atau Bushairah). Jika kamu melewatinya (atau kamu memasuki kota tersebut) maka berhati-hatilah terhadap asinnya daerah itu (hingga tanaman pun sulit untuk tumbuh), gersangnya daerah itu, pasar-pasar dan penguasa zhalimnya. (Ketika kamu melewati tempat itu) hendaknya kamu berjalan menyusuri bagian tepinya, karena di sana akan terjadi gerhana, cuaca yang sangat dingin dan gempa bumi. Kamu juga akan mendapati sebuah kaum yang bermalam di sana dan pada pagi harinya mereka berubah menjadi kera dan babi." Shahih: Al Misykah (5433)

Dari Abdurrahman bin Ghanm Al Asy'ari, dia berkata: Abu Amir —atau Abu Malik— memberitahukan kepadaku: Demi Allah, Dia tidak berbohong kepadaku, sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, orang-orang di antara umatku akan ada yang menghalalkan Al Khazza (pakaian dari wol dan sutra) dan Al Harir (pakaian dari sutra)... —beliau lalu berbicara tentang hal lain— kemudian beliau bersabda, "Banyak dari mereka yang dirubah menjadi kera dan babi hingga Hari Kiamat." Abu Daud berkata: Lebih dari dua puluh sahabat Rasulullah memakai sutra (sebelum ada hadits ini), diantaranya Anas dan Al Barra' bin Azib. (Shahih) Ash-Shahihah, 91. Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu'alaq.

 dan ada hadis lainnya, yaitu dari Abu Malik Al-Asy'ari Ra. katanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda; "Sesungguhnya akan ada sebagian dari umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan nama yang lain. (Mereka meminum) sambil diiringi dengan alunan musik dan suara biduanita. Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa) dan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengubah mereka menjadi kera atau babi." (HR. Ibnu Majah). 

Umat akhir zaman yang menjadi kera atau babi, apa telah terlihat? atau mungkin sifatnya adalah penganut faham teori kera/Darwin karena merasa nenek moyangnya kera maka dicondongkanlah sifat diri mereka bersifat kera dan babi, lihat saja ketamakan dan kerakusannya pada harta kekayaan alam hingga merusak bumi. Selalu berkubang dalam lumpur dosa, bagaimana sifat hewani ada pada diri manusia dan seperti apa sifat kera dan babi, anda bisa menilai sendiri.

Inilah beberapa gambarannya, siapakah Yakjuj dan Makjuj diantara mereka? Maka penulis lebih condong kepada hadis diatas bahwa selain Islam adalah Pasukan Neraka (Yakjuj dan Makjuj) yakni 1:1000, pasukan bangsa-bangsa yang khusus dikeluarkan pada gelombang serangan akhir peperangan seperti hadis, yaitu Perang Dajjal atau Perang Armagedo/Magedo setelah kekalahan Dajjal dan gelombang-gelombang awal. Dan gelombang terakhir akan bertujuan menghancur kota-kota dan peradaban Islam dari ujung ke ujung namun terhenti ketika sampai di bukit Thursina. Adapun yang kembali ke Islam adalah yang selamat dan bukan sebagai Pasukan Neraka, yaitu yang nabi Isa as mengIslamkan beberapa umat agama bumi lain, umat Yahudi dan Nasrani sesudah kematian bagian bangsa-bangsa yang menjadi Yakjuj dan Makjuj tersebut dan namun bisa pula pengertian Islam disini adalah mengIslamkan yang sesuai ajaran ala nabi Isa as sendiri??? (akan dibahas kemudian sebagai kajian lain tersendiri).


Ciri-ciri sifat-sifat diri Yakjuj dan Makjuj sendiri akan terlihat seperti sifat-sifat kera dan babi, baik itu, sifat baik dari prilaku kera dan babi atau sifat buruk yang ada pada sifat hewani kera dan babi, karena ada gambaran hadis-hadis yang seakan-akan menyatakan tersirat bahwa hingga akhir zaman akan selalu ada berkelanjutan generasi-generasi diantara manusia yang akan selalu dikutuk menjadi kera dan babi (dalam hal ini bukan secara fisik namun lebih kepada sifat diri manusia itu), hal yang kedua karena menyamakan nenek moyang mereka seperti kera maka hal ini di-aamiin-kan oleh Allah SWT dengan menjadikan kebenaran pada prilaku mereka pula akan seperti apa yang ada dalam prasangka mereka tersebut. Anda bisa menilai ciri-ciri sifat kera dan babi dan konteksnya kepada sifat manusia jaman sekarang.

Ternyata baru-baru ini, penulis baru tahu bahwa DNA manusia mirip dengan DNA babi, dan secara karakteristik anatomi mirip kera dan secara sifat juga mirip kera dan babi, bisa dibaca di
dan situs : http://islamterbuktibenar.net/?pg=articles&article=13006

Gog adalah keturunan Ruben Yakub yang tinggal terpisah dari kaum Israel di tepi Timur sungai Yordan (1 Tawarikh 5:1-4) sedangkan Magog adalah keturunan Yafet b. Nuh yang tinggal di negeri Mesekh & Tubal di Mesopotamia atau Iraq sekarang (pen: lebih tepatnya daerah di Rusia) (Yehezkiel 38:2) Kedua etnis ini terikat oleh suatu persekutuan politik pada abad 6 SM sebelum pada akhirnya tunduk di bawah kekuasaan Yunani pimpinan Alexander of Macedonia (356-323) oleh Alexander wilayah ini kemudian disatukan dg Persia di bawah kekuasaan dinasti Seleuchus, Dalam bahasa Ibrani teks Yehezkiel 38:2 tsb ditulis sbb : ׃וילעָָ אבֵּנָהִוְ לבתָֻו ךְ שְֶׁמ שֶׁארֹ א י ׂ שִנ גְוגֹמָּהַ ץֶראֶ גוג־ֹּלאֶ ךָינֶפָּ ם י ׂ שִ םדאָָ־ן בֶּ diterjemahkan BEN-'ADAM SIM PANEIKHA 'EL-GOG 'ERETS HAMAGOG NESI' RO'SY MESYEKH VETUVAL VEHINAVE' 'ALAV (wahai keturunan Adam arahkanlah pandanganmu ke pada kaum Gog di negeri Hamagog dan Rosh Mesekh Tubal dan sampaikanlah nubuatan melawan mereka. Singkatnya mereka diberi kesempatan untuk menguasai kerajaan Israel dan mengusir penduduknya).

Ruben adalah putra sulung yakub atau tertua dari 12 suku bani Israel, anehnya beberapa bagian alkitab menggambarkan mereka adalah bagian Yakjuj dan Makjuj, atau yang kelak, pemimpin dari Yakjuj dan Makjuj di kalangan mereka adalah dari turunan Ruben (Yahudi, Amerika dan sekutunya atau yang berfaham demokrasi, zionis, liberal, materialis) dan pemimpin dari Yakjuj dan Makjuj yang berfaham komunis/atheis adalah dari pangeran dari negeri Mesekh dan Tubal, lebih condong kepada suatu daerah di Rusia, kelak keduanya akan bersatu dalam satu persekutuan politik dan bersatu dalam satu koalisi besar saja.

Ezekiel's battle of Gog and Magog occurs in the tribulation period, more specifically in the first 3 1/2 years. Yehezkiel pertempuran Gog dan Magog terjadi pada periode kesusahan, lebih khusus lagi di 3 1 / 2 tahun pertama.

gambaran ini, seperti gambaran pada saat terjadinya krisis global super multi dimensi termaksud didalamnya rangkaian 3 tahun kemarau dunia

When Israel's covenant with the Beast/Antichrist is in effect at the beginning of Daniel's 70th Week (also known as the 7-year tribulation, Daniel 9:27a), Israel will be at peace. Ketika perjanjian Israel dengan Beast / Dajjal ini berlaku pada awal 70 Minggu Daniel (juga dikenal sebagai kesengsaraan 7 tahun, Daniel 9:27 a), Israel akan damai.

7 tahun adalah masa pemerintahan kekhalifahan Imam Mahdi, atau masa selama terjadinya huru hara dan perang besar, termaksud hari Dajjal dan plus 3 tahun kemarau/paceklik/kekeringan besar. Pengulangan yang ke 7x dari penghakiman bangsa Israel (5x dimasa sebelum islam dan 2x dimasa Islam).

Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu Al Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al KHAZAR dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah datang dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang DAJJAL, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan………”

Bila Anda berkata manuskrip yang berasal dari Abu Hurairah ra ini adalah mendekati kebenaran, maka tentu Anda bisa dapat berlogika sederhana yang bahwa manuskrip ini disampaikan Beliau pada saat menjelang ajal atau beberapa tahun setelah wafatnya nabi Muhammad SAW, artinya perkataan : Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al KHAZAR dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya, bisa berarti tidak merujuk pada Rum dengan 80 bendera (sekutu) yang masing-masing membawa 12.000 tentara, dengan kata lain peperangan di Aleppo, Damascus dengan Rum adalah peperangan yang berbeda waktu walau termaksud rangkaian dari huru-hara besar ini (perang dunia ketiga), ia adalah peperangan lebih awal dari kejadian di perang Magedo ini, karena seharusnya jumlah pasukan Rum dalam hadis ini diketahui pula oleh Beliau yang paling banyak hafalannya terhadap kejadian akhir jaman, namun Beliau menyebut “tidak diketahui jumlahnya”, dan karena bila diasumsikan penaklukan konstantinopel oleh 70.000 tentara bani Ishaq adalah juga sebelum perang di Magedo (adanya penyebutan hadis tentang Dajjal yang terlihat pada saat mereka (bani Ishaq) di Konstantinopel, bukankah saat di perang Magedo itu adalah saat perang dengan Dajjal dan pengikutnya, jadi Penaklukan Konstantinopel adalah dahuluan pula kejadiannya), seharusnya jumlah Yakjuj dan Makjuj adalah 70000 x 1000, jauh lebih banyak dari jumlah pasukan 80 bendera Rum, karena yang saat ini kita tahu adalah pengabaran jumlah terbanyak tentara Islam pada akhir jaman yang paling banyak jumlahnya adalah ada di hadis pasukan bani Ishaq ini, yang setelah dari Konstantinopel (penaklukan oleh bani Ishaq dengan Tahlil dan Takbir saja, jadi ini hanya satuan  pasukan islam yaitu satuan pasukan muslim bani Ishaq tidak ada yang terbunuh pula) turut serta turun dalam perang di Magedo, berarti besar kemungkinan jumlah Yakjuj dan Makjuj setara atau bahkan lebih banyak dari jumlah satuan pasukan bani Ishaq x 1000, melebihi 70 juta jiwa. Dikuatkan pula oleh hadis dibawah ini :

4294. Dari Muadz bin Jabal, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Pembangunan (kemajuan infrastuktur) Baitul Maqdis (adalah tanda) kehancuran Yatsrib (Madinah), dan kehancuran Madinah (adalah tanda) akan terjadinya perang yang besar, dan perang yang besar (adalah tanda) ditaklukkannya Konstantinopel, dan ditaklukkannya Konstantinopel (adalah tanda) keluarnya Dajjal.  Rasulullah mengatakannya sambil memukul-mukul pahanya dengan tangannya, kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya kejadian ini akan benar-benar menjadi kenyataan sebagaimana (saat ini) kamu -Mu 'adz bin Jabal- di sini (duduk di sini)." Hasan: Al Misykah (5425)

Kenapa ada “negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan” baiknya Kita akan bahas nanti pula

Kenapa terbentuk Pasukan Neraka, dalam penakdiran Allah SWT menghendaki demikian namun dalam sudut pandang manusia inilah karena pengaruh penyesatan Fitnah Dajjal berupa ideologi dan kepercayaan dan juga pengaruh 40 hari turunnya Dajjal ke bumi “sebagai adzab Allah yang amat keras dan pedih”. Benar-benar mengerikanlah fitnah Dajjal yang dapat membuat dan mengajak seluruh umat-umat di dunia hancur bersamanya. Tidaklah heran nabi menyuruh lari sembunyi ke gunung-gunung bila Anda tidak atau belum terkumpul di dalam pasukan Muslim.


Fitnah Dajjal ada dua makna, dilihat hadis-hadisnya ada yang menjelaskan sebagai sistem atau simbolis yang dimaknai faham/ideologi Dajjal dan satunya adalah Dajjal sebagai individu asli (manusia), kedua-duanya lebih mendekati kebenaran adanya, karena ada pemimpin dan ada pengikut, berarti ada rajanya/presidennya/ketuanya, pasti ada juga sistem/faham/ideologi yang dibangun didalam mekanisme kepemimpinan tersebut. Tidak ada kepemimpinan yang memiliki pengikut yang ada di dunia bila tidak ada juga mengikuti dibelakangnya berupa sistem di dalam mekanisme tersebut, seperti: rumah tangga, kepartaian, kenegaraan, organisasi, yayasan, perusahaan, kepercayaan, agama,dsb.

Dajjal al Masih adalah keturunan Yahudi, menjadi si Messias palsu atau pula hingga menjadi Tuhan palsu kompak dan cocok dan sesuai keinginan Yahudi dalam ideologinya yang menganggap sebagai ras unggul dan harusnya sebagai pemilik dunia, ujian kekayaan adalah ujian buat umat sekarang seperti di dalam hadis nabi, dan karena kekayaan ada di tangan Yahudi dan tanah yang akan banyak terlihat kekayaan adalah tanah orang Islam maka ketamakan akan menghantar semua rencana untuk menghancurkan umat dan negeri Islam maka Yakjuj dan Makjuj turut mengekor induknya (Yahudi) yang memberi makan dalam segala makar skenario dunia dalam New World Order namun Makar Allah SWT lah yang meliputi semua dalam takdirnya.

Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR. Ahmad 22215)

Fitnah yang lebih menakutkan dari fitnah Dajjal adalah fitnah-fitnah yang menyebabkan sesama muslim saling bunuh-membunuh, saling menghalalkan darah mereka, dimana umumnya karena ada fitnah dari pihak ketiga yang mengail di air keruh.

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnnya bagi setiap umat itu mempunyai ujian dan ujian bagi umatku adalah harta kekayaan.” Riwayat at-Tirmidzi

Ada pihak yang bekerja demi keridhaan Al-Masih Ad-Dajjal dan demi menyambut kehadirannya. Usaha fihak tersebut tampaknya sedemikian sistematis sehingga mereka berani mengumumkan sudah kuatnya cengkeraman global mereka atas dunia modern. Inilah yang disebut Ahmad Thomson dengan istilah “Sistem Dajjal”. Sistemnya sudah terbentuk, tinggal menanti keluarnya sang oknum “Si Mata Tunggal” Al-Masih Ad-Dajjal. Begitu muncul dia akan langsung dinobatkan sebagai pucuk pimpinan dari Sistem Dajjal.

Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam menjelaskan bahwa salah satu ciri khas Ad-Dajjal ialah bermata sebelah. Artinya, ia memiliki dua mata namun hanya sebelah yang berfungsi, sedangkan yang sebelahnya lagi cacat. Oleh karenanya di era kepemimpinan kaum kuffar dewasa ini para penguasa global dunia mensosialisasikan sebuah gambar atau logo “mata tunggal” yang diletakkan di atas gambar piramida. Piramida tersebut merepresentasikan apa yang mereka sebut sebagai The New World Order alias Novus Ordo Seclorum alias Sistem Dajjal. Sebuah sistem penuh fitnah yang mereka desain untuk mempersiapkan keluarnya “Rabb kaum kafir” yaitu Ad-Dajjal.

Mereka bernafsu menjadikan  segenap umat manusia berada di bawah pengendalian Novus Ordo Seclorum (Tatanan Dunia Baru) atau Sistem Dajjal yang mereka bangun. Sebuah sistem yang berlandaskan “Dajjalic Values” (nilai-nilai Dajjal kafir) yang secara diameteral bertentangan dengan nilai-nilai Rabbani (Allah) dan Nabawi (Ar-Rasul), Dienullah Al-Islam. Carilah literatur tentang skenario dunia di internet freemansony atau illumination.

Ali bin Hujr menceritakan kepada kami, Al Walid bin Muslim, Abdullah bin Abdurrahman bin Yazid bin Jabir mengabarkan kepada kami —hadits salah seorang dari mereka masuk (berbaur) dengan hadits yang lainnya—, dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dari Yahya bin Jabir Ath-Tha'i, dari Abdurrahman bin Jubair, dari bapaknya, Jubair bin Nufair, dari An-Nawwas bin Sam'an Al Kilabi, ia berkata, "Suatu hari Rasulullah pernah menceritakan tentang Dajjal. Beliau menundukkan dan mengangkat (pandangannya) hingga kami mengira ia (Dajjal) itu berada di sekitar pohon kurma. An-Nawwas melanjutkan, kami lalu pergi meninggalkan Rasulullah, kemudian kami kembali lagi kepadanya. Beliau mengetahui rasa takut kami akan Dajjal. Beliau lalu bertanya, "Apa yang terjadi dengan kalian? Kami menjawab, "Wahai Rasulullah, engkau telah menceritakan tentang Dajjal pada pagi tadi, lalu engkau menundukkan (pandangan) dan mengangkat kembali sehingga kami mengira Dajjal itu sedang berada di sekitar pohon kurma". Beliau bersabda, "Selain Dajjal ada hal lain yang lebih aku takuti terhadap diri kalian. Jika Dajjal itu muncul ketika aku masih berada bersama kalian, maka aku dapat menjadi hujjah (penentang dengan argumentasi dan tanda-tanda kekuasaan) untuk kalian. Jika dia muncul ketika aku tidak lagi bersama kalian, maka masing-masing orang menjadi hujjah bagi dirinya sendiri. Allah adalah penggantiku bagi setiap muslim. Dajjal adalah sosok pemuda yang rambutnya keriting, matanya menonjol menyerupai Abdul Uzza bin Qaththan. Siapa saja di antara kalian yang melihatnya, maka bacalah permulaan surah Al Kahfi". Beliau melanjutkan, "Ia muncul di antara kota Syam dan Irak. Dia merusak bagian kiri dan kanan kota itu). Wahai hamba-hamba Allah, tenanglah!" Kami bertanya, "Wahai Rasulullah. berapa lama ia akan tinggal di bumi?" Beliau menjawab, "Empatpuluh hari. Namun, satu hari lamanya seperti satu tahun, sehari seperti satu bulan. sehari seperti satu minggu dan seluruh hari-hari (Dajjal) seperti seluruh hari (yang kalian jalani) ". Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu satu hari yang seperti satu tahun itu, apakah kami cukup melakukan shalat satu hari saja?" Beliau menjawab, "Tidak, perkirakanlah oleh kalian sendiri!" Kami kembali bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya (Dajjal) di bumi ini?" Beliau menjawab, "Seperti kecepatan awan (hujan) yang diikuti oleh angin dari belakangnya. Dia mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka, namun kaum itu mendustakannya (Dajjal) dan tidak menjawab seruannya hingga ia pergi dari mereka. Namun, harta mereka mengikutinya hingga mereka tidak memiliki apapun. Ia lalu mendatangi kaum yang lain dan mengajak mereka. Kaum itu lalu menyambut ajakannya dan membenarkannya. Ia lalu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, dan hujan pun turun. Dia memerintahkan bumi untuk menumbuhkan (tanaman), dan tanaman pun tumbuh. Kemudian, binatang ternak mereka kembali kepada mereka dalam keadaan tinggi (tubuhnya) seperti puncak, lambungnya lebar (karena kenyang), dan mengeluarkan air susu yang sangat deras." Beliau melanjutkan, "Ia lalu mendatangi tanah yang telah hancur dan berkata kepada tanah itu, "Keluarkanlah perbendaharaanmu! Ia lalu pergi, diikuti oleh pemimpin lebah. Dia lalu menyeru (memanggil) seorang pemuda yang gemuk. Pemuda itu ditebasnya dengan pedang hingga tubuhnya terbelah dua, ia lalu dipanggil kembali, pemuda (yang telah ditebas itu) menyambut panggilan itu dengan menunjukkan wajah berseri seraya tertawa. Pada saat seperti itu, turunlah Nabi Isa bin Maryam dari arah timur kota Damaskus, tepatnya pada menara putih dengan mengenakan dua Mahrudah (kain yang di celup dengan Zafaran). Nabi Isa meletakkan kedua tangannya pada sayap dua malaikat. Ketika ia menganggukkan kepalanya, maka jatuhlah —butiran mutiara—. Jika ia mengangkat kepalanya jatuhlah butiran seperti mutiara". Beliau melanjutkan, "Tidaklah —seseorang (orang kafir)— menghirup bau nafasnya melainkan dia akan mati. Bau nafasnya memiliki jarak sejauh pandangan matanya. " Rasulullah melanjutkan. "Nabi Isa lalu mencari Dajjal dan mendapatkannya berada di depan pintu Ludd (daerah Baitul Maqdis) kemudian ia membunuhnya." Beliau melanjutkan, "Nabi Isa tetap seperti itu hingga Allah menghendaki (yang lain)". Beliau melanjutkan, "Allah lalu mewahyukan (memerintahkan) Isa, Singkirkan (ungsikan) hamba-hamba-Ku menuju gunung Thursina. Aku telah menempatkan hamba-hamba-Ku di sautu tempat yang tidak ada seorang pun dapat membunuh mereka." Beliau melanjutkan, "Allah lalu membangkitkan Ya'juj dan Ma'juj. Mereka seperti yang difirmankan Allah, 'Mereka dari setiap tanah yang tinggi, berjalan dengan cepat'. " Beliau melanjutkan, "Rombongan pertama mereka melewati laut kecil Ath-Thabariyyah dan meminum air yang ada di dalamnya. Rombongan terakhir pun melewati tempat itu dan berkata, 'Sungguh di tempat ini pernah ada air". Mereka lalu melanjutkan perjalanan hingga sampai di puncak (gunung) Baitul Maqdis. Mereka berkata, 'Sungguh kami telah membunuh orang yang ada di bumi. Oleh karena itu, mari kita sekarang membunuh orang yang ada di langit.' Mereka lalu melemparkan panah-panah ke arah langit. Allahpun mengembalikan panah-panah itu kepada mereka dalam keadaan berwarna merah darah. Isa bin Maryam dan sahabat-sahabatnya pada hari itu dikepung hingga pada hari itu kepala sapi lebih baik bagi mereka daripada uang seratus dinar bagi kalian sekarang ini." Beliau melanjutkan, "Isa bin Maryam dan sahabat-sahabatnyapun berdoa kepada Allah untuk membinasakan mereka". Beliau melanjutkan, "Allah lalu mengirimkan kepada mereka (Yajuj dan Majuj) ulat di leher-leher mereka. Di pagi harinya mereka menjadi mangsa binatang buas. Mereka mati seperti matinya satu orang saja." Beliau melanjutkan, "Isa dan sahabat-sahabatnya itu kemudian turun. Namun, ia tidak mendapatkan satu jengkal tanah pun melainkan tanah itu dipenuhi oleh lemak, bau busuk. dan darah mereka (Yajuj dan Majuj). " Beliau melanjutkan, "Isa dan sahabat-sahabatnyapun berdoa kepada Allah. " Beliau melanjutkan. "Allah lalu mengirimkan kepada mereka burung-burungyang lehernya seperti leher unta. Burung-burung itu membawa mayat mereka dan melemparkannya ke tebing. Kaum muslimin sendiri menyalakan api dengan menggunakan anak panah, panah, dan tempat panah mereka selama tujuh tahun". Beliau melanjutkan, "Allah lalu menurunkan hujan kepada mereka yang tidak membuat rumah yang terbuat dari bulu (rumah kotaj maupun yang terbuat dari tanah keras (rumah badui) hancur." Beliau melanjutkan, "Lalu hujan itu mencuci bumi dan membiarkannya seperti cermin (yang licin)." Beliau melanjutkan, "Lalu, dikatakan kepada bumi, 'Keluarkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkahanmu." Pada hari itu satu rombongan orang memakan buah delima dan bernaung dengan kulitnya. Lalu, Allah memberikan berkah pada susu, sehingga rombongan yang banyak itu cukup dengan seekor unta yang baru melahirkan. Sesungguhnya satu kabilah cukup dengan air susu sdpi yang baru melahirkan, dan satu keluarga cukup dengan satu kambing yang baru melahirkan. Pada saat mereka dalam keadaan seperti itu tiba-tiba Allah mengirimkan angin, lalu mencabut ruh setiap mukmin, hingga yang tersisa adalah orang yang tidak beriman. Mereka bersetubuh dengan terang-terangan, sebagaimana keledai bersetubuh dengan terang-terangan. Pada merekalah hari kiamat datang". Shahih: Ash-Shahihah (481) Takhrij Fadhail Asy-Syam (25); Muslim. Abu Isa berkata, "Hadits ini adalah hasan shahih gharib". Kami tidak mengetahui hadits ini selain dari hadits Abdurrahman bin Yazid bin Jabir.

Bersambung ...

Bila ingin membaca lebih lanjut ebook ini, Klik tulisan ini untuk kembali ke-link-link di daftar isi

Anda sedang membaca artikel tentang Siapa Bangsa Yakjuj Dan Makjuj dan anda bisa menemukan artikel Siapa Bangsa Yakjuj Dan Makjuj ini dengan url http://manfaatputih.blogspot.com/2013/08/siapa-bangsa-yakjuj-dan-makjuj.html, anda boleh menyebarluaskannya atau mengcopypaste-nya jika artikel Siapa Bangsa Yakjuj Dan Makjuj ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Siapa Bangsa Yakjuj Dan Makjuj sebagai sumbernya.

35 komentar:

Doni Sutarso mengatakan...

terima kasih gan

Muhammad Yusuf mengatakan...

sama-sama

the mask white mengatakan...

aq agk kurang pendapat
bangsa yajuj majuj bisa di artikan sperti bangsa mongolia yng dlu sering perang
yajuj n majuj kan ciri2nya .mata sipit wajah lebar sepeti pakai perisai rambut menyala, itu persis ciri2 bangsa mongolia, apalagi bangsa mongolia dari timur n di kelilingi banyak pegunungan coba lihat image mongolia....

Ikhwanul Faqih mengatakan...

makasih gan infonya
kunjungi balik ya gan http://awah17.blogspot.com/

Muhammad Yusuf mengatakan...

the mask white: berdasarkan ciri-ciri dan cara berperangnya, salah satunya sub suku-suku turunannya mungkin saja bangsa mongolia, ciri-ciri di hadis pun sama dengan ciri-ciri serupa saat suku mongol menyerang khalifahan dahulu.. dan bisa jadi pula hadis ini mengandung beberapa pengertian untuk beberapa waktu-waktu berbeda (serupa sistem), lihat di link merinci yakjuj dan makjuj

Ikhwanul Faqih : sama-sama

diki darmawan mengatakan...

Perang ini melibatkan antar 2 ras yang ada di bumi (semacam perang kebaikan dan keburukan)yang maha dahsyat sampai sampai malaikat turun dan ambil ahli perang ini .

Wong Fey Hung mengatakan...

Terima kasih atas ilmunya dan jangan lupa sambungannya.

Muhammad Yusuf mengatakan...

Diki : bantuan Malaikat untuk umat islam sesuai apa yang dikehendaki Allah SWT, cara dan bagaimananya, terserah Allah SWT dan tabir yang Ia mau. urusan perang urusan manusia dengan manusianya, urusan bantuan Malaikat urusan Allah SWT. ambil alih tugas jihad, aneh kesannya.

Wong Fey Hung : sambungannya sudah ada dalam setiap link di blog ini adalah sambungannya.

Anonim mengatakan...

ada tapi masih misterius

Annisa Diva mengatakan...

Ternyata banyak ya misteri yang tersimpan di bumi kita...

Abu Ali mengatakan...

perang dajal sedang berlangsung di syiria

Anonim mengatakan...

makasih..
sangat bermanfaat.

Indra Alfaryanto mengatakan...

Berarti cina musuh kita

Muhammad Yusuf mengatakan...

indra: pertanyaan singkat tapi penjabarannya luas, ini bukan sekedar jawaban iya dan tidak, tanpa menyertakan detailnya.

gmana ya ngejelaskannya:
namun pada prinsipnya secara aqidah, bila bukan muslim, jelas kafir. pasti masuk katagori berlawanan/bermusuhan secara aqidah. secara muamalah sosialnya, tergantung, situasi, kondisi, tempat, syarat-syarat, batasan-batasan tolerannya (dari soft ke yg pling hard), dsb. wilayah perang atau bukan, juga bisa berbeda cara menghadapinya/menyikapinya.

wajar, sebagaimana komunis dengan sekuler liberal demokratis pun, pada bagian tertentu/pada prinsip-prinsip intinya mereka juga berlawanan. umumnya dua hal, membatasi agar tidak menabrak prinsip dan kode-kode etika yg dilindungi dalam bentuk kekuasaannya "negara" dari masing-masing penganut pensisteman dan pengideologian itu atau kedua, batasan pada prinsip khusus dan etika khusus dari sistem ideologi itu secara umum.

klo ditanyapun, masing-masing pengklaim ideologi tentu menginginkan ideologinya klo bisa sebagai satu-satunya pengatur tata dunia, jadi masing-masing tetap ada bentuk pertahanan dan pembolehan pada batasan tolerannya. jelas juga bisa dan dapat pula menciptakan perlawanan dan konflik karena atau pada kadar keadaan dan kondisi tertentu.

islam atau kekhalifahan pada prinsipnya seluas-luasnya aturan sistem dan ideologinya/syariatnya terbatas pada wilayah-wilayahnya saja. pada non islam, dalam bentuk hukumnya, ada bagian yang dikenakan ada juga yang tidak dikenakan, ibadah dibiarkan dibebaskan. Diluar wilayahnya, terhadap wilayah yg punya sistem dan ideologi lain membiarkan bila "saja" wilayah lain itu cendrung damai, akan damai. nga harus menundukkan kesemuanya. sistemnya pun nga mengharuskan untuk jadi "maruk/rakus/serakah", selain telah diaturkan cara benarnya, juga wong rata-rata sdh pd wilayah kaya kok. tapi berhubung yang diluar ini, nga "tenang", jadi dach harus ada pada akhirnya penentu satu tata dunia yg menang. eets.. ngelantur ya dari konteks.

diluar wilayahnya, semisal ada umat islam di wilayah ideologi dan sistem lain itu terjalimin, kekhalifahan harus menimbang dulu siapa bersalah si islamnya atau non islamnya, siapa yg jalimi individu saja, kelompok atau negara, dsb. batasan tolerannya, beberapa hal mungkin, cnth saja: bisa bantuan hukum dan peradilan, mengajak hijrah ke khalifahan atau hingga yang hard deklarasi perang.

yang mengatakan semua agama benar, ini yang aneh. karena pemilik masing-masing agama mereka juga punya batasan tolerannya, dan akhirx yg semua agama benar pun, pada akhirnya juga punya batasan toleranx sendiri, mereka pun akhirx punya dinding pembatas sendiri. jadi mimpi z tuh org, klo mau tidak ada batasan toleranx, nah dia sendiri juga punya batasan toleranx sndri. paradok, satu sisi ingin tidak ada batasan, sisi lain mereka ciptakan batasannya ala mereka. pada akhirx itu hanya ilusi.

bingung dach aku klo disruh ngejelasin, ya tp moga z ngerti yg nga eksplisit ini ataukan ini yg eksplisit. dan mungkin saja pandangan saya berpotensi salah jg loh.

El-Suhairi Muhammad mengatakan...

Klau ingin mempelajari lebih dalam, coba masuk ke versi tulisan arab nya baik bersumber quran dan hadist. Contoh: Surat Al Anbiyaa ayat 96: "hattaa idzaa futihat ya/juuju wama/juuju wahum min kulli hadabin yansiluuna".
Perhatikan kata hadabin berbentuk isim, dan kata yansiluuna berbentuk kata kerja. Jika diterjemahkan menggunakan almaany.com, hadabin berarti suatu bentuk yang curve, vault,slope. Sedangkan yansiluuna, berasal dari kata sin lam dan nun, berarti menyelinap diam diam dengan cepat. Arti ayat tersebut secara langsung adalah: Hatta Idzaa futihat yajuju wa majuju, artinya: Sehingga dibuka (futihat, kalimat pasif) yajuj dan majuj. Wahum min kulli hadabin yansiluuna, artinya: Dan mereka (maksudnya yajuj majuj) menyelinap dengan cepat dari setiap sesuatu (yang bentuknya seperti slope, vault,kubah dari celah celah nya).
Dari sana terlihat: Kita tak lagi strict dng makna harus tempat tempat yang tinggi atau gunung gunung.

Nah berikut nya tinjau lagi : Surat Al kahfi ayat 93 hattaa idzaa balagha bayna alssaddayni wajada min duunihimaa qawman laa yakaaduuna yafqahuuna qawlaan
Dengan cara yang sama, diterjemahkan perkata sesuai kaidah nahwu shorof dan terjemahan menggunakan kamus almaany.com. Disana ada kata assaddayni, bentuk muannast dari kata sadda. Sadda (saddun) bias bermakna barrier, block, partisi,gap, obstruction. Berarti kalau assadayni adalah dua partisi(gap,obstruction). bayna assadayni adalah celah diantara dua partisi. Jadi kalau sebelumnya bermakna celah diantra dua gunung, sebenarnya bias masuk juga untuk makna celah diantara dua partisi/penghalang. kata yasuddu (bentuk kata kerja mudhori) bias berarti menyumbat. Jadi kalau saya menterjemahkan, lebih tepat arti bayna saddayni adalah celah diantara dua penghalang, dan celah itu bersifat bisa disumbat atau ditutup. Defenisi ini tentunya bisa menjadi luas, seperti apakah celah tersebut? Nah silahkan dicari lagi hal yang sesuai dengan makna kata saddun tersebut.
Kata duwni bermakna disamping, atau cendrung dengan under, beneath, dibawah. Duwnihima, disamping bawah celah tersebut. Wajada min duwnihima qauwman laa yakaaduuna yaftahu qaulan, artinya, Dia (zulkanarnain tsb) mendapatkan disamping (bagian bawah) dari kedua penghalang tersebut suatu kaum yang hampir tidak mengetahui bagaimana berbicara.

Muhammad Yusuf mengatakan...

el-suhairi :terimakasih pandangannya.

makna celah diantara dua gunung juga mengandung hal yang tepat, mengingat hubungannya dengan dalil-dalil lainnya, dalil ciri-ciri, dan pendapat2 terdahulu yg mennyatakan adanya hubungan dengan bangsa turk. ciri-ciri yang menyerupai mongol yg menyerang baghdad, pasukan berkuda, masuk pula sebagai bagian yg disebut bangsa turk.

Terjadi perselisihan apakah kedua nama ini berasal dari bahasa Arab ataukah bukan. Yang berpendapat bahwa keduanya dari bahasa Arab, mereka mengatakan bahwa keduanya berasal dari kata ajja (َ جَّأ ), yang berarti berkobar. Atau dari kata ujaaj (ُ جاٌجَأ ) yang berarti air yang sangat asin. Atau dari kata al-ajj ( جُّأ لَ اْ ), yang berarti melangkah dengan cepat. Atau Ma`juj berasal dari kata maaja (َ جَام ) yang berarti goncang. (Asyrathus Sa’ah, Yusuf Al-Wabil hal. 365-366). Dalam kamus Lisanul-’Arab dikatakan bahwa kata Ya’juj dan Ma’juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul. Kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat.

Sejumlah ahli bahasa meyakini bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah orang-orang Turk. Ya’juj dan Ma’juj, menurut ahli lughah, ada yang menyebut isim musytaq (memiliki akar kata dari bahasa Arab) berasal dari Ajaja an-Nar artinya jilatan api. Menurut Abu Hatim, Ma’juj berasal dari Maja, yaitu kekacauan. Ma’juj berasal dari Mu’juj, yaitu Malaja. Namun, menurut pendapat yang sahih, Ya’juj dan Ma’juj bukan isim musytaq, melainkan isim ‘ajam dan laqab (julukan). Ada pula yang menyebutkan kata Ya’juj dan Ma’juj adalah dari bahasa Cina. Ya bermakna Asia, Jou atau Zhou adalah benua (tempat tinggal) dan Ma adalah kuda. Ya’juj adalah Benua Asia dan Ma’juj adalah bangsa berkuda. Bangsa nomad berkuda. Mungkin saja pada satu waktu tertentu ada yang memang berciri seperti itu dan satu waktu yang lain berciri khusus seperti yang lainnya itu.

untuk memahami makna lainnya, literalnya apa dapat bermakna seperti itu, tentu bukan hanya keahlian sastra arab dan pedanan katanya terhadap lain bahasa atau kata yg tepat saja, tapi juga harus merujuk ke dalil-dalil lain apa tidak bertentangan pula, adanya kesesuaian dengan pemahaman yg benar dan terdahulu. seperti apa pada masanya dahulu itu, seperti kaum yang hampir tidak mengetahui bagaimana berbicara, itu adalah kaum yg tidak bisa bicara (susah dimengerti dialeknya secara umumx seperti dialeg2 bangsa-bangsa umumnya pd jaman zulkarnain dan namun pada masa lain bisa merujuk makna lain seperti, kaum yang hampir tidak mengetahui bagaimana berbicara itu dapat pula bisa bermakna (secara terbalik) kaum yg hampir nga ngerti ilmu sejatix (dalam hal ini agama), walaupun terlihat pandai berbicara, title sampai bejibun dinamanya tp nga ngerti yg sesungguhnya. atau dalam konteks lainnya, mengingat sbgai kaum yg dilindungi dpt diserupakan sebagai "orang awam",, batasan dr kaum pertengahan. dan kisah zulkarnain sndri untuk konteks "wilayah" merujuk pd daerah pertengahan (daerah bulan sabit), mekkah pusat bumi, syam masuk daerah pertengahan bumi.

arti bayna saddayni adalah celah diantara dua penghalang, dan celah itu bersifat bisa disumbat atau ditutup. Defenisi ini tentunya bisa menjadi luas. ya luas, secara abstrak bisa berarti celah diantara dua batasan (tidak merupakan kaum pertengahan, islam), dll. tp dalam konteks kisah zulkarnain sendiri, tepat artinya dua gunung. mengingat kejadian nyata yg dialami zulkarnain, dan ia membawa pasukannya itu di daratan.

Dari sana terlihat: Kita tak lagi strict dng makna harus tempat tempat yang tinggi atau gunung gunung. ya sy sependapat, tp tetap jg tmpt yg tinggi masih bisa terpakai/terjadi serupa itu pula. seperti misl: pesawat atau konter alam dr cr masuk kewilayah syam nantinya

Muhammad Yusuf mengatakan...

tambahan komen diatas :

yang mengatakan semua agama benar, ini yang aneh. karena pemilik masing-masing agama mereka juga punya batasan tolerannya, dan akhirx yg semua agama benar pun, pada akhirnya juga punya batasan toleranx sendiri, mereka pun akhirx punya dinding pembatas sendiri. jadi mimpi z tuh org, klo mau tidak ada batasan toleranx, nah dia sendiri juga punya batasan toleranx sndri. paradok, satu sisi ingin tidak ada batasan, sisi lain mereka ciptakan batasannya ala mereka. pada akhirx itu hanya ilusi. ketika sya mengatakan agama sy yg benar, sebenarnya masuk pd konteks mereka, harusx dpt dikatakan pandangan ia benar, krna smua agama benar, namun ktika diperluas hanya agama sy benar, yg lain salah, mrka mrdang, mau buka batasan ini, pdhalkan benar, krna smua agama benar, maunya mereka kita ikuti bahwa smua agama benar, tp agamanya sndiri blng pnolakan itu, sy yg benar, lainnya salah. bearti pndangan sy benar, krna smua benar. jdi nga benr bt mereka krna yg lain slh, nah ni agamax yg ngomong gitu, harusnya benar, krna smua benar. paradok kan, semua agama benar tp ada yg nga benar krna mrk membuat batasan alanya.

mungkin pada realitas seputar wilayah ini, nkri harga mati masih tepat tuk ukuran saat ini, namun ktika imam mahdi ada, dimana yg menahan diri karna keragu-raguannya, pada saat itu tdk lgi ragu-ragu, tidak prlu menahan diri lagi krna tidak lagi ada ambigu, spa yg bnr dan slh. skrinya presidenpun, bila ia islam bahkan harusnya berbaiat padanya, bukan lg harusnya, tp jadi kewajiban, krna dalilnya bsa jatuh pd sunnah brupa perintah dr pembawa agama ini.

dlm konteks menghadapi dajjal, ada anjuran menghindar jauh (kegunung-gunung) dan ada pula yg berhadapan (bila kejadian, ya disuruh pilih neraka yg dibawahnya, kisah pmuda terbunuh oleh dajjal), kedua-duanya pilihan dihukumi terbaik, tp lbh sangat dianjurkan menghindari semampunya karna bukan tuk coba-coba trhdp fitnahnya. dlm konteks imam mahdi, lbh dianjurkan untuk bukan hanya berbaiat didalam hati atau menunda bagi umat islam, tp juga untuk bertindak (walau harus merangkak di atas salju) krna yg bertindak ini, menjdi umat pilihan, para terbaik, para elit2 islam.

tentu pd saat itu bukan lg nkri hrga mati, wong presidenpun bila ia islam, merupakan kewajiban dan kehormatan tuk dpt berbaiat pdanya. pada masanya, khalifahan itulah harga mati. bila semisal, negara kmudian bertindak lbh, seperti menahan/mengurung yg mau bertindak, atau bahkan memberangus org2 diwilayahnya yg mau bertindak, bisa2 negara itu dicap tidak condong damai, bisa memicu bntrokan atau perang itu. nah konteks ini, jngankan anak sama orang tua bisa berpisah, masih skluargapun bisa berlawanan. apalagi cuman satu suku atau satu negara. bandingkan saja pula dlm konteks Matius 10:32-42. dsini makar-makar untuk membendung, menahan hingga menganiayanya tidak lagi efektif. jdi pilihan negara itu, akankah cndrung damai, membiarkan saja "org yg mau bertindak" atau menghadang pula, yg cndrung akan membuat perlawanan. islam berkata bila cndrung damai, maka dianjurkan memilih jln damai pula.

El-Suhairi Muhammad mengatakan...

Begitu juga seterusnya di ayat 95: qaala maa makkannii fiihi rabbii khayrun fa-a'iinuunii biquwwatin aj'al baynakum wabaynahum radmaan
Disana ada kata radmaan, menurut almaany.com berasal dari kata kerja ro dhal mim, bermakna: interred, embedded, filling up (ditanam). Jadi makna radmaan, bisa berarti penutup ditanah.

Ayat berikutnya: aatuunii zubara alhadiidi hattaa idzaa saawaa bayna alshadafayni qaala unfukhuu hattaa idzaa ja'alahu naaran qaala aatuunii ufrigh 'alayhi qithraan

Aatuunii berasal dari kata kerja alif ta waw nun, bermakna furnace, kiln atau membakar. Aatuuni berarti "bakarkan untuk ku". zubara alhadiidi berarti potongan potongan besi. alshadafayni bermakna tepat dengan kedua nya.Jadi, kalimat hattaa idzaa saawaa bayna alshadafayni, berarti: Hingga apabila sama bertepatan dengan celah diantara keduanya. qaala unfukhuu Dia (Dzulkarnain) berkata Tiuplah!. hattaa idzaa ja'alahu naaran, Hingga apabila Dia (Dzulkarnaen) telah menjadikan nya Api. qaala aatuunii , Dia (dzulkarnaen) berkata bakarkan untuk ku! ufrigh 'alayhi qithraan . Ufrigh berasal dari kata fa ra ghain, bermakna ambil semuanya . Qithran berasal dari kata qaf tho dan ra, bermakna distilasi, extract, molten copper,filtrasi. Jadi arti ufrigh alayhi qithran bisa bermaksa "Ambil semua cairan tersebut (mungkin merefer ke molten copper) dan alayhi diatasnya (diatas radmaan tsb)

El-Suhairi Muhammad mengatakan...

Sebenarnya inti yang saya sampaikan adalah perlu untuk meninjau kembali penggunaan kata kata di dalam ayat tersebut. Kenapa? Ini sangat penting, karena ayat ayat al-quran lebih berisikan pengetahuan dari pada pendapat manusia itu sendiri. Contoh, misalnya kata alaqah, dulu hanya diterjemahkan "segumpal darah". Setelah dipelajari ulang, makna nya tidak hanya segumpal darah, tapi ada unsur melekat, seperti lintah. Nah ternyata ilmu pengetahuan membukanya. Ayat tersebut mutasyabihat mempunyai unsur pengetahuan, yang Alquran sendiri mengatakan hanya ulil albab yang akan memahaminya, saat pengetahuan kita sampai dan akhirnya mampu memahaminya.

El-Suhairi Muhammad mengatakan...

Pendapat yang namanya berasal dari manusia adalah relative kebenarannya. Dan tidak selalu bisa menjadi referensi mutlak. Tapi kalau yang ditulis al-quran adalah mutlak kebenarannya, karena berasal dari pemilik Alam ini. Kalaupun saat ini kita belum sepenuhnya tahu apa makna sebenarnya dari manuscript di Al-quran, itu karena Allah sendiri menyatakan bahwa ada ayat ayat mutasyabihat, yang kita belom faham, tapi kelak nanti Insha Allah akan faham. Meskipun saya menggunakan ilmu alat Nahwu shorof, belom tentu saya juga benar menterjemahkan nya, karena saya juga manusia, jadi jangan pula saya digunakan sebagai referensi. Sebagai manusia yang haus dengan ilmu, upaya akhi Muhammad Yusuf sudah bagus, tapi jangan lah pula strict dengan defenisi yang telah didapatkan, karena semua ini hanya upaya kita untuk mencari tahu, apa itu. Dan unsur kebenaran kita semua adalah rendah, dibandingkan kebenaran mutlak dari Allah swt. Saya juga sudah banyak membaca, tapi tetap saja jawaban saya adalah "Wallahu Alam bi showab. Ini hanya upaya kita mencari tahu, tapi hanya Allah lah yang lebih tahu

El-Suhairi Muhammad mengatakan...

Islam adalah agama yang sudah di ridhai oleh pemilik Alam ini (referensi Surat ke-5 Al-maidah ayat 3. Kitab suci agama Islam adalah Al-Quran, Al-Quran dijaga diturunkan oleh Pemilik Alam ini dan juga dijaga kemurniannya Surat ke-15 Al Hijr ayat 9. Jadi kalau pemilik Alam ini sudah meng-granted bahwa Dia menjaga nya dari corrupted atau hal lain, maka secara logika manusia jika kita sudah megang tali yang benar dan ada jaminannya, maka sebenarnya sudah berada di jalur yang punya unsur kebenaran lebih tinggi. Jika ada manusia berpendapat bahwa semua agama benar, maka orang tersebut butuh sangat banyak referensi untuk menyatakan pernyataannya. Pendapat manusia belum tentu mutlak kebenarannya, malah bisa bisa menyesatkan referensi Surat ke-16 Al-An Aaam ayat 16, “Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” Jadi harusnya jelas, tidak ada jaminan "kebenaran" meskipun seluruh manusia bersuara sama, berpendapat sama, seperti yang dipakai oleh prinsip demokrasi. Demokrasi belum ada jaminan menghasilkan kepemimpinan yang mutlak benar.
Menurut surat ke-61 As-Shaff ayat 9
huwa alladzii arsala rasuulahu bialhudaa wadiini alhaqqi liyuzhhirahu 'alaa alddiini kullihi walaw kariha almusyrikuuna




[61:9] Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.
dan dinyatakan juga di surat ke-9 ayat 33
huwa alladzii arsala rasuulahu bialhudaa wadiini alhaqqi liyuzhhirahu 'alaa alddiini kullihi walaw kariha almusyrikuuna




[9:33] Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.
Nah, dengan dalil dalil diatas, yang bukan pendapat saya, seharusnya sudah menjawab bahwa Islam tidak dapat disamakan dengan agama lain dengan pernyataan pendapat manusia yang menyebut semua agama sama sama benar.



Muhammad Yusuf mengatakan...

El-Suhairi Muhammad : ya anda benar

seperti yg prnah sya tuliskan :
Maka carilah terjemahan literalnya dari melihat dan memakai seluruh akar-akar kata bahasa-bahasa di dunia bahkan bahasa daerah sekalipun yang cocok dan tidak menyalahi dengan tafsir ayat-ayat tersebut dan tidak pula bertentangan dengan dalil-dalil lainnya dan boleh jadi Anda menemukan banyak makna tersembunyi pada ayat-ayat ini. Begitupun keseluruhan isi nash maka Anda akan menemukan banyak kandungan makna yang sangat dalam dari isi nash, seperti kata seseorang, yang penulis pun berpandangan sama bahwa bahasa nash seperti bahasa kode komputer, ia adalah supernya super komputer, bahasa Arab adalah satu bahasa hibrid, iaitu bahasa pertuturan manusia yang berkonsepkan bahasa komputer; hybrid antara bahasa manusia dan bahasa komputer.

masih banyak ilmu yg belum tergali dari nash, bila anda membaca pula bagaian ini http://manfaatputih.blogspot.co.id/2015/06/8-jaman-surga-dan-neraka-manusia-atau.html. dengan cr berbeda kisah zulkarnain ini pula sy mncoba menggalinya. tp ya sy jg berpotensi salah, krna dasarx kurang ilmu dan mungkin hanya cocoklogi sy.

Contoh, misalnya kata alaqah, dulu hanya diterjemahkan "segumpal darah". Setelah dipelajari ulang, makna nya tidak hanya segumpal darah, tapi ada unsur melekat, seperti lintah. ya ini dia, antara makna yg lama dan baru kadang berkesimnambungan ilmunya menjadi lbh terbuka sngt dalam, kadang pula membuka atau menambah ilmu lain dan baru dan pemahan dan wawasan lain yg baru. dngn catatan tidak menyelisihi sunnah.

intinya dalam hal ini sya sefaham sma anda dan juga serupa anda, Saya juga sudah banyak membaca, tapi tetap saja jawaban saya adalah "Wallahu Alam bi showab. Ini hanya upaya kita mencari tahu, tapi hanya Allah lah yang lebih tahu. :)

El-Suhairi Muhammad mengatakan...

Setuju Akhi .. tulisan ini sebenarnya untuk saling mengingatkan bagi kita kita yang sama sama mencari ilmu. Sangat berharap kedepan, ilmu tentang penggalian Al-Quran lebih banyak kita lakukan, karena kita sebenarnya masih jauh dari keilmuan. Tentunya pengetahuan itu seharusnya tidak boleh menyimpang dari Al-Quran dan hadist, hanya kita manusia belum bisa memahaminya. Salam kenal akhi ..

Muhammad Yusuf mengatakan...

Alhamdulillah, skrng sdh mulai kmbli marak minat trhdap menghidupkan kmbli saint islam, selain pnguatan ukhuwah, politik islam dan pmikiran islam dlm mnghadapi perang pmikiran. Slam knl balik bpk. Snng bsa dpt masukannya. Snng bsa bersua wlau via komen.

Muhammad Yusuf mengatakan...

pak El-Suhairi Muhammad ini pendapat lainnya :

Tapi ternyata ilmu geologi bisa membantu melacak kemungkinan di celah ini pernah terdapat tembok Yakjuj Makjuj. Dalam ayat Quran tembok tersebut diistilahkan "radm" yang secara harfiyah artinya "dam" atau tembok untuk membendung air. Tentunya ini bukan sembarang istilah, pasti ada rahasia di balik penyebutan tembok ini sebagai "radm".

....until, when he had leveled [them] between the two mountain walls, he said, "Blow [with bellows]," until when he had made it [like] fire, he said, "Bring me, that I may pour over it molten copper."....

Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu...

Terjemah versi Bahasa Inggris di atas lebih pas secara tekstual, "hattaa idzaa saawaa baina ash-shadafain" secara terjemah kalimat (tanpa penambahan penafsiran) adalah "hingga ketika telah rata di antara ash-shadafain".

Ash-shadafain artinya "dua buah kerang" atau dua cangkang kerang yang berhadapan. Bentuk tebing-tebing di Darial Gorge ini seperti dua cangkang kerang berhadapan jika dilihat dari atas ataupun dari kejauhan.



kesimpulan tambahan

-ciri-ciri dari hadis yang menyerupai bangsa mongol (kaum utara, euroasia), ciri bengis dan kejam bangsa utara (penyerangan baghdad, kisah-kisah/cerita kungfu yang menggambarkan bangsa diluar tembok cina)

- Sesuai data lokasi yg tertera dalam kisah ekspedisi Zulqarnain, celah ini adalah satu-satunya lokasi yang sesuai. Celah sempit yang terbentang sejauh 12km dengan diapit 2 tebing batu granit setinggi 1000-3000meter ini berada di sebelah utara Georgia, berbatasan dengan wilayah Rusia. Ini adalah satu-satunya akses pintas yang menghubungkan wilayah sebelah utara dan selatan Caucasus.

- Tidak ada disebutkan dalam ayat Quran bahwa tembok itu berfungsi untuk "mengurung" bangsa Yakjuj Makjuj. Tapi tembok tersebut dibangun untuk menutup akses bangsa Yakjuj Makjuj sehingga mereka tidak bisa memasuki wilayah Asia Tengah melalui celah Darial Gorge ini. Sementara bangsa Yakjuj Makjuj sendiri masih tetap tinggal di sebelah utara Caucasus, mereka memiliki wilayah yang luas di sebelah utara Caucasus. (http://manfaatputih.blogspot.co.id/2014/12/merinci-yakjuj-dan-makjuj-bagian-kedua.html)


- Catatan sejarah menunjukkan celah ini sering dilalui oleh suku barbar kuno, suku Cimmeria & Scythia yang tinggal di sebelah utara Caucasus. Dua suku kuno inilah yang merupakan keturunan dari Yakjuj Makjuj. suku "penunggang kuda" (berdasarkan penelusuran dari alkitab) (http://manfaatputih.blogspot.co.id/2013/08/abad-kemunculan-dajjal-dan-yajuj-majuj.html)

alasan lain yg mungkin tidak terpublis akan sebab-sebab berdirinya tembok cina.

Muhammad Yusuf mengatakan...

Di hadits tersebut diceritakan rombongan terakhir yang melewati danau Tabariyah berkata "di sini dulunya ada air". Bagaimana mungkin rombongan tersebut mengetahui kalau di danau tersebut pernah ada airnya? Bukankah mereka baru saja keluar dan rombongan pertama langsung meminum habis airnya? Rombongan terakhir belum pernah melewati danau tersebut sebelumnya. Jadi informasi ini konflik dengan informasi dalam hadits ini sendiri.Hadits tentang dikirimnya Yakjuj Makjuj di akhir zaman menggunakan redaksi "wa ba'atsallah" (dan Allah membangkitkan/mengirim), dan tidak menggunakan kalimat "akhrajallah" (Allah mengeluarkan) ataupun "fatahallah" (Allah membukakan). Sementara hadits dan ayat yang menyebutkan terbukanya radm Yakjuj Makjuj menggunakan redaksi kalimat "futihat" (telah dibuka/telah terbuka). Tentunya dua kalimat ini berbeda arti. Allah akan mengirim Yakjuj Makjuj di akhir zaman nanti tidaklah bisa diartikan bahwa mereka hanya akan keluar pada saat itu. Yakjuj Makjuj adalah sebuah bangsa yang tentunya jumlah manusianya sangat banyak, mereka terus berkembang dari generasi ke generasi. Akan lebih pas jika dipahami bahwa yang dikirim oleh Allah di akhir zaman nanti adalah generasi keturunan Yakjuj Makjuj pada masa itu, dan bukan Yakjuj Makjuj yang diceritakan pada masa Dzulqarnain. Hadits ini secara jelas bertentangan dengan ayat Quran yang mengisahkan ekspedisi Dzulqarnain. Radm tersebut tidaklah memenjarakan Yakjuj Makjuj, melainkan menutup akses Yakjuj Makjuj sehingga mereka tidak bisa memasuki wilayah kaum yang tinggal di antara dua gunung. Sesuai analisis yang telah kita kaji, dengan ditutupnya celah Darial Gorge ini maka bangsa Yakjuj Makjuj yang mendiami kawasan sebelah utara pegunungan Caucasus mutlak tidak bisa memasuki wilayah Asia Tengah melalui jalur pintas ini. Bangsa Yakjuj Makjuj yang pada masa tersebut diidentifikasi sebagai suku barbar Scythia dan Cimmeria tidak bisa lagi menggunakan jalur ini. Satu-satunya jalur darat yang tersisa adalah melalui Caspian Gates (Derbent) di ujung timur pegunungan Caucasus. Dzulqarnain tidaklah khawatir terhadap jalur timur ini karena memang di situ telah dibangun benteng pertahanan dibawah kekuasaan Persia. Pasukan penjaga selalu siap siaga di benteng ini, berbeda dengan celah Darial Gorge yang lokasinya sempit dan terisolasi yang tidak memungkinkan untuk menempatkan pasukan penjaga. Tentunya pertimbangan logistik dan lokasi sangat dipahami secara matang oleh Dzulqarnain, sehingga keputusan membangun radm adalah sebuah ide cemerlang yang bisa menjamin keamanan wilayah sebelah selatan Caucasus dalam jangka panjang.

Muhammad Yusuf mengatakan...

jadi mengingat sekan-akan ada hubungan dengan kaum yg tertinggal dibalik gunung, kaum turk, dan banyak pendapat mengarahkan itu adalah pegunungan kaukakus.

mungkin yg jadi pertanyaan lainnya, apakah dinding ini adalah tembok vertikal atau dinding yg terbentang (agak mendatar/horizontal). jadi berdasarkan pendapat-pendapat baik dari cendikiawan islam maupun rujukan alkitab, mengarah kpda satu pegunungan kaukakus.

mslhx sy tdk punya kapasitas mencri tau sumber-sumber data geologi dan geografi juga menggali dr cerita2 rakyat dri georgia, armenia atau seputar kaukakus.

apakah sebelum masa seribu tahun lalu, pegunungan kaukakus hingga pegunungan taurus adalah satu rantai pegunungan utuh tanpa adanya belahan/celah fisik yg terlihat memisah ataukah belahan/celah yg ada padanya telah ada jauh sebelumnya. (jadi ingat red line nya komik one piece). jadi ingat juga film rambo yg afganistan, dimana ada cuplikan kya gua yg sngat lebar di dalam bukit atau lorong terowongan di dalam bukit yg tembus ujung bukit yg satu ke ujung bukit yg lainnnya. ujung kluarnya jenis goa alam ini, bisa saja agak mendatar tanah. jadi seperti red line itu hanya pemisah antara dua daerah.

Muhammad Yusuf mengatakan...

sekedar gambaran saja, kya apa redline http://id.onepiece.wikia.com/wiki/Red_Line

Tyo X mengatakan...

hanya bisa menanti nanti kalo dajal si cacat sudah keluar baru lah kita akan tahu siapa kaum gog dan magog yang akan mengikuti dia ini.dajal dikabarkan di al-quran adalah seorang manusia sakti/ahli sihir dia dapat merubah waktu siang dan malam,tentu tidak mempan peluru dan senjata2 modern juga.dia khusus di berikan kemampuan oleh allah swt untuk menguji umat manusia barang siapa yang tunduk pada dia selamat niscaya akan masuk neraka.

ayem_com mengatakan...

kalau masih memegang teori Bumi berbentuk bulat akan sulit memahami , tapi kalau pakai teori bumi datar dan mempunyai kubah (flat earth) hadist2 itu jadi masuk akal semua, coba pelajari dulu konspirasi bumi globe/ seperti apa bentuk bumi sebenarnya/ bagian2 mana saja yang di rahasiakan dari kita , di youtube udah ada tuh konspirasi bumi datar

rabka mengatakan...

LOKASI PENJARA TEMBOK BESI YAJUJ MAJUJ DISINI:
https://m.kaskus.co.id/thread/5909203edad77094678b4567/terkuak-lokasi-penjara-tembok-besi-yajuj-majuj/

Wijaya Raya mengatakan...

Terima kasih info yang bergunanya, sangat dicari cari ni.!

Kunjungi juga :

Pengobatan Kardiomegali atau Pembengkakan Jantung

Omar G mengatakan...

Yang udah tau diem aja jangan komentar yang belum tahu
bangsa yakjuj dan majuj adalah salah satu tanda-tanda kiamat besar ada juga lho yang lain seperti dibawah ini:
Kiamat Sugra(Tanda Tanda Kiamat Kecil)
Kiamat Kubro(Tanda-Tanda Kiamat Besar)

Kiamat Sugra:
1.Minuman Keras Merajalela
2.Pembunuhan Merajalela
3.Banyak manusia yang ingin mati
4.Banyaknya Perempuan daripada laki-laki perbandingannya 50:1
5.Ilmu Agama sudah tidak dianggap penting

Kiamat Kubro:
1.Matahari Terbit Dari barat
2.Adanya Binatang ajaib yang bisa berbicara
3.Lahirnya Dajal (Tukang Dusta)
4.Adanya Bangsa Yakjuj dan makjuj)
5.Rusaknya Ka'bah

Omar G mengatakan...

Semoga Hal Ini Tidak Terjadi Sekarang Amin
Yang Pasti Hal ini akan terjadi -_-

Semangka mengatakan...

luar biasa ane langsung bikin kopi begitu sudah baca dipertengahan, mantab mantab mantab.. makasih banget tulisanya

Posting Komentar

Beri Komentarmu disini!

Download Ebook LINK

.......................................................

MAU BACA LEBIH LANJUT
KLIK DAFTAR ISI DISINI

atau

Mau Download EBOOK ini

klik LINK ini :


Anda bisa download ebook ini di sini :

Pembahasan Tuntas Peradaban Manusia dari awal hingga akhir full Final.pdf

LINK 1 - ZIDDU

LINK 2 - 4SHARED

Surat Al Kahfi diantara Nubuat Nasrani versus Nubuat Islam.pdf

LINK 1 - ZIDDU

LINK 2 - 4SHARED

.......................................................

DAFTAR ISI

Daftar Isi :






















































Pembahasan Beberapa Hal Penting:

























































7. Periode Zaman Kiamat/Zaman Peradaban Manusia Akhir Yang Tidak Mengenal Islam









Di dalam penulisan ini ada beberapa penjabaran baru yang belum pernah terlihat di dalam tulisan peneliti lainnya, Semoga hal ini bermanfaat untuk menambah kemanfaatan buku ini.


Bantinglah Otak Untuk Mencari Ilmu Sebanyak-Banyaknya Guna Mencari Rahasia Besar Yang Terkandung Di Dalam Benda Besar Yang Bernama Dunia Ini, Tetapi Pasanglah Pelita Dalam Hati Sanubari, Yaitu Pelita Kehidupan Jiwa. (Al- Ghazali)




Hak Cipta oleh M. Yusuf . Diberdayakan oleh Blogger.