Jumat, 23 Agustus 2013

Perang Melawan Semenanjung Arabia


Perang Melawan Semenanjung Arabia


Rasulullah bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia. Maka musuh pertama yang memerangi Al Mahdi (setelah terjadinya pembenaman tentara Sufyani yang pertama ke dalam bumi) adalah pasukan semenanjung Arab yang terdiri dari kaum Muslimin dan dipimpin oleh seorang laki-laki yang berasal dari suku Quraisy (Laki-laki ini ada kemungkinan adalah laki-laki yang bernama Sufyani berdasarkan kitab Al Qurthubi yang berjudul: At Tadzkirah). Yang mana ia meminta kepada suku para pamannya yaitu suku Kalab (sebagian orang mengatakan bahwa para penguasa/emir - Kuwait berasal dari suku Kalab). Kemudian mereka berangkat untuk memerangi Al Mahdi, akan tetapi Imam Mahdi mengalahkan mereka dengan seburuk-buruk bentuk kekalahan serta mendapatkan harta rampasan perang yang luar biasa banyaknya.”

Sebagian riwayat hadis menyebutkan: “Adalah suatu kerugian bagi siapa saja yang tidak pernah melihat harta rampasan perang suku Kalab. Dan dengan perang ini, maka dapatlah Al Mahdi menaklukkan dan berkuasa terhadap seluruh semenanjung Arabia.”

Disini Kuwait pun takluk juga dan yang dikatakan negara yang lebih kecil dari tulang ekor akan kembali ke tubuhnya. Dan wilayah negara kuwait ternyata benar-benar mirip tulang ekor.

Dari Abu Hurairah Ra., bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak terjadi hari qiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates, yaitu sebuah sungai yang ada di Iraq) menjadi surut airnya sehingga kelihatan sebuah gunung dari emas. Banyak orang yang terbunuh karena memperebutkannya. Maka terbunuhlah sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata. "Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu.

"Di dalam riwayat lain disebutkan: "Sudah dekat suatu masa di mana Sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu kelihatan perbendaharaan dari emas, maka siapa saja yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun dari harta itu." (HR. Bukhari Muslim).

Sementara itu akibat mulainya rangkaian 3 tahun kemarau, di seputar wilayah Iraq telah terlihat gunung emas dari sungai Efrat dan muncul pula hamparan permata diseputar wilayah Syria, saat itu juga bangsa-bangsa lain termaksut Rum disibukkan dengan pengiriman pasukan-pasukan ke Iraq dan Syria dan saling berperang merebutkan gunung emas Efrat dan permata, mungkin disebabkan semua negara-negara ini butuh harta berlimpah untuk menanggung krisis akibat rangkaian 3 tahun kemarau, kekeringan, kebakaran, kelaparan dan asap dan bencana-bencana multi dimensi lain di negerinya. Bencana kemarau tidak terlalu mengefek di Arab dan kebakaran hutan pun tidak ada, sumber air zam-zam juga aman.

Rasul bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia, lalu Allah akan menaklukkannya untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi Dajjal, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Nafi’ bin ‘Atabah. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dan Ibn Majah.

Karena sebab kedua harta simpanan ini, tentara Mahdi menjadi aman dari gangguan bangsa Rum dengan perjanjian tidak ikut serta dalam perebutan 2 harta karun tersebut dan lalu dimanfaatkan Imam Mahdi menyibukan diri pula menaklukkan dan menggalang kekuatan di semanjung Arab lainnya, itulah bagian strategi Imam Mahdi, yang salah satu tujuannya agar mengulur waktu agar tentara Muslim lebih tambah kuat dahulu.

Dan setelah menguasai semenajung Arab dan kekuatan terkumpul, akhirnya tentara Mahdi bergabung dengan bangsa Rum melawan Persia yang mungkin dibantu oleh pasukan Rusia, China dan India atau yang disebut suku Khuz dan Kirman, kemungkinan sebabnya adalah perpanjangan masalah Iraq dan Syria dengan gunung emas Efrat dan permatanya, dan bangsa Rum seakan-akan memanfaatkan tentara Mahdi agar tujuan mereka mendapatkan harta karun berhasil, padahal tentara Mahdi tidak ada minat untuk mengambil harta ini saat itu karena memang belum saatnya dibagi-bagikan oleh Imam Mahdi pada rakyatnya, dan ini padahal malahan jadi manfaat bargaining dari Imam Mahdi untuk mendapatkan keuntungan dan keamanan dari kerjasama ini. Setelah Persia kalah dan tentara Imam Mahdi balik ke Madinah, terjadilah pengkhianatan dari bangsa Rum. Pertempuran melawan bangsa Rum akan berkecamuk di Syiria, dekat kota Damaskus, yakni disuatu tempat yang bernama A’maq dan Dabiq: “Kiamat takkan terjadi sehingga bangsa Romawi singgah di Al-A’maq* atau di Dabiq*. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang merupakan penduduk dunia yang terbaik waktu itu. (Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah RA) *Al-A’maq dan Dabiq adalah nama dua tempat di Syria dekat kota Halab (Alepo).

Dari auf bin malik bahwasanya Rosulullah bersabda; `hitunglah enam hal menjelang kiamat, yaitu: kematianku, kemudian penaklukan baitul maqdis, kemudian kematian massal seperti penyakit qu`as pada kambing, kemudian melimpahnya harta, hingga seseorang di beri seratus dinar, ia masih merasa tidak suka, Kemudian fitnah yang memasuki setiap rumah orang Arab, kemudian perdamaian antara kamu dan bani ashfar [kafir] lalu mereka berhianat dan mendatangi kamu dengan 80 panji yang di setiap panjinya ada 12000 prajurit. HR Bukhori

Rasulullah S.A.W. dalam hadist menyebutkan bahwa ini adalah rangkaian dari perang yang berlarut larut, yang akan dimulai ketika umat muslim sedang dalam keadaan sangat lemah, hingga pada akhirnya umat muslim akan memimpin dunia. Dan ini akan menjadi masa fitan (carut marut) terbesar, tetapi juga akan menjadi masa penuh berkah.

Perdamaian dan peperangan dibelakang (terbukanya kedok yang tersembunyi maksud zahirnya) dari bangsa Romawi (Eropa, Israel dan Amerika)

Pada dekade-dekade hijriah setelah 1400 tahun hijriah hitunglah dekade itu dua dan tiga....(terhapus), akan muncul Al Mahdi, ia memerangi seluruh dunia, bersatu padu memeranginya orang-orang yang tersesat (Nasrani), orang-orang yang dimurkai (Yahudi) serta orang-orang yang keterlaluan kemunafikannya di negeri Isra' Mi'raj Palestina di dekat Gunung Magedon.
1430 atau 1440 hijriah???? tiga puluh lima, tiga puluh enam, atau tiga puluh tujuh. Beberapa prediksi lain selalu mengenai tahun 2021 M.

Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Raha (peperangan) Islam akan berkobar pada tahun tiga puluh lima, tiga puluh enam, atau tiga puluh tujuh. Apabila mereka binasa, maka itulah jalan orang-orang yang binasa, namun apabila mereka menegakkan agamanya, maka akan bertahan hingga tahun ke tujuh puluh."Lalu aku bertanya, "Akankah kurang dari itu atau lebih?" Beliau menjawab, "Lebih dari itu." Shahih: Ash-Shahihah (976)

Rosululloh SAW, bersabda, Maksud Hadist: “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka berdirilah seorang laki-laki dari kaum Rum lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, ‘Salib telah menang’. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu ia membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah peperangan, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap-tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara.” (Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Dari Hassan bin 'Athiyah, ia berkata, "Makhul dan Ibnu Zakaria pernah bertemu dengan Khalid bin Ma'dan, dan aku pun saat itu pergi bersama mereka. Kami memperbincangkan kepada Jubair bin Nufair tentang perjanjian damai. Jubair berkata, 'Mari pergi bersama kami menemui Dzu Mikhbar (seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah SAW).' Maka kemudian kami mendatanginya dan Jubair bertanya kepadanya tentang perdamaian, lalu Dzu Mikhbar menjawab, "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Bangsa Romawi akan mengadakan perjanjian damai dengan kalian, kalian akan memerangi dan mereka menjadi musuh di belakang kalian, maka kemudian kalian menang, mendapatkan harta rampasan perang dan bangsa Romawi pun menyerah. Kemudian ketika kalian pulang dan sampai di daerah yang hijau bertanaman banyak di daerah Dzu Tulul, ada seorang lelaki dari pengikut Nashrani mengangkat salib seraya berkata, 'Salib telah menang!' Lalu seorang lelaki dari kaum muslimin marah mendengarnya lantas ia mematahkan salib tersebut. Maka bangsa Romawi menyalahi perjanjian damainya, dan mereka pun mengumandangkan genderang perang'." Shahih: Hadits ini dipaparkan lebih panjang dalam hadits sebelumnya (2767).

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, sebelum akhir jaman tiba, kaum Muslimin akan berdamai dengan Bangsa Rum. Siapa yang dimaksud Rum itu? Saya cenderung menafsirkan Bangsa Rum adalah Eropa. Alasannya bersifat historis. Ummat Islam atau Bangsa Arab diapit oleh dua peradaban besar, yaitu peradaban Barat (Romawi) dan Timur (Persia). Peradaban Barat dipengaruhi oleh tadisi-tradisi ahli kitab (Yahudi maupun Nasrani). Timur dipengaruhi oleh kemusyrikan dan paganisme. Memang, sekarang ada perluasan akibat globalisasi. Pengertian Timur tidak lagi hanya Persia, tetapi juga China, India, dan lainnya. Mereka kategorinya bukan ahli kitab tetapi disebut al-Adyaan al-Ardhiyah atau agama-agama bumi yang banyak sekali dan didominasi paganisme.

Apakah sekarang perdamaian itu sudah berlangsung? Sekarang sedang berjalan atau in progress, meski semu… Kenapa? Karena yang kini memimpin dunia bukan amiirul mu’miniin. Pemimpinnya adalah kalangan Rum, yang mengandalkan tradisi yang campur aduk dengan kebatilan sehingga muncul kezhaliman dan ketidakadilan.

Jadi, perdamaian yang sekarang terjadi lebih tepat diartikan sebagai “kesepakatan untuk tidak berperang”. Ini terjadi sejak berakhirnya penjajahan resmi oleh Bangsa Rum/Romawi/Barat terhadap negeri-negeri kaum Muslimin.

Namun dibalik kesepakatan damai yang di dengung-dengungkan semisal di PBB ternyata ada kepentingan-kepentingan tersembunyi/terselubung dan secara terselubung pula pihak-pihak dari kalangan “mereka” masih mengadakan adu domba antara umat Islam dengan membiarkan peperangan atau menyulut lagi perang baru dan mereka seakan-akan membantu salah satunya. Hal ini berlangsung hingga sekarang dan sampai pada puncak dimana terbukanya belang keseluruhan hal terselubung/tabir tersebut.

Ciri-ciri perjanjian dengan bangsa Rum ini sama dengan salah satu makna di ayat ini :
8. Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji).

9. Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan.

10. Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

11. Jika mereka bertobat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

12. Jika mereka melanggar sumpah(janji)nya setelah mereka berjanji, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti. (QS. At Taubah Ayat 8-12)

Dikatakan dalam hadits tersebut bahwa kaum Muslimin dan kaum Rum berada dalam satu blok yang akan memerangi blok lain (kemungkinan blok Komunis atau blok Syi’ah atau kedua-duanya). Dan kita (umat Islam dan kaum Rum) akan mendapatkan kemenangan.

Sesungguhnya perang dunia ini dan pendahuluan-pendahuluannya telah benar-benar dimulai, dimana kita dengan kaum Rum sekarang berada dalam suatu perdamaian yang aman dan tidak berhadapan dalam sebuah perang umum yang terbuka. Sedangkan blok komunis (Cina, Rusia dan pengikutnya) telah mengadakan perjanjian dan mengadakan kesepakatan-kesepakatan untuk membina suatu kekuatan.

Bersambung...

Bila ingin membaca lebih lanjut ebook ini, Klik tulisan ini untuk kembali ke-link-link di daftar isi

Anda sedang membaca artikel tentang Perang Melawan Semenanjung Arabia dan anda bisa menemukan artikel Perang Melawan Semenanjung Arabia ini dengan url http://manfaatputih.blogspot.com/2013/08/perang-melawan-semenanjung-arabia.html, anda boleh menyebarluaskannya atau mengcopypaste-nya jika artikel Perang Melawan Semenanjung Arabia ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Perang Melawan Semenanjung Arabia sebagai sumbernya.

2 komentar:

Afrid Fransisco mengatakan...

wah panjang juga ya...

Channel Hidayah Ilahi mengatakan...

Alhamdulillah..bagus materinya
www.bedahakhirzaman.cf

Posting Komentar

Beri Komentarmu disini!

Download Ebook LINK

.......................................................

MAU BACA LEBIH LANJUT
KLIK DAFTAR ISI DISINI

atau

Mau Download EBOOK ini

klik LINK ini :


Anda bisa download ebook ini di sini :

Pembahasan Tuntas Peradaban Manusia dari awal hingga akhir full Final.pdf

LINK 1 - ZIDDU

LINK 2 - 4SHARED

Surat Al Kahfi diantara Nubuat Nasrani versus Nubuat Islam.pdf

LINK 1 - ZIDDU

LINK 2 - 4SHARED

.......................................................

DAFTAR ISI

Daftar Isi :






















































Pembahasan Beberapa Hal Penting:

























































7. Periode Zaman Kiamat/Zaman Peradaban Manusia Akhir Yang Tidak Mengenal Islam









Di dalam penulisan ini ada beberapa penjabaran baru yang belum pernah terlihat di dalam tulisan peneliti lainnya, Semoga hal ini bermanfaat untuk menambah kemanfaatan buku ini.


Bantinglah Otak Untuk Mencari Ilmu Sebanyak-Banyaknya Guna Mencari Rahasia Besar Yang Terkandung Di Dalam Benda Besar Yang Bernama Dunia Ini, Tetapi Pasanglah Pelita Dalam Hati Sanubari, Yaitu Pelita Kehidupan Jiwa. (Al- Ghazali)




Hak Cipta oleh M. Yusuf . Diberdayakan oleh Blogger.