Sabtu, 10 Agustus 2013

Dajjal Dan Fitnah Dajjal


Dajjal Dan Fitnah Dajjal
Apakah Fitnah Dajjal itu?

Satu hal yang cukup menarik untuk dikaji, bahwa di tengah panasnya diskusi antara kelompok yang hanya mau menerima hakikat Dajjal sebagai sosok / person tertentu dan kelompok yang hanya mengakui Dajjal sebagai simbol kerusakan dan bukan person, ternyata ada pendapat lain yang nampaknya cukup akomodatif. Syaikh Nashir Abdurrahman As Sa’di, salah seorang ulama timur tengah yang bermanhaj salaf sekaligus guru dari banyak para masyayikh di Saudi mengeluarkan statemen yang menurut kami sangat brilian. Beliau menjelaskan —berdasarkan nash-nash yang ada— bahwa Dajjal akan muncul dengan membawa dua fitnah besar; fitnah yang berupa sebuah paham dan sistem dan fitnah Dajjal dalam bentuk sosoknya yang benar-benar akan muncul di akhir jaman dengan membawa fitnah bagi seluruh manusia. Adapun Dajjal sebagai sebuah sistem (simbol) berpulang pada tiga fitnah besar; materialisme, atheisme dan zionisme. Ketiganya merupakan fitnah yang hampir seluruh umat manusia terkena fitnah ini. Sedangkan Dajjal sebagai sebuah person merupakan fitnah yang selama ini kita kenal sebagai fitnah Dajjal yang sesungguhnya; di mana pada akhir jaman nanti sosok manusia jahat ini akan keluar untuk meneror kaum muslimin dan mengklaim ketuhanan dirinya. 

Dengan kata lain, antara Dajjal dan fitnah Dajjal adalah dua hal yang berbeda, sebab dalil-dalil yang ada menunjukkan demikian. Dajjal yang dimaksud oleh Rasulullah saw dalam banyak riwayat dipastikan menunjukkan kepada person tertentu. Sedang fitnah Dajjal adalah satu kondisi atau keadaan tertentu atau beragam bentuk fitnah yang menyelisihi kebenaran. Bahkan bisa disimpulkan bahwa semua yang menyelisihi kebenaran adalah bagian dari fitnah Dajjal. 

Dengan memahami hakikat fitnah atheisme, materialisme dan zionisme sebagai bagian penting dari fitnah Dajjal, kita bisa mengetahui seberapa besar dan dampak yang ditimbulkan darinya berupa kerusakan dunia.
Fitnah atheisme, materialisme dan zionisme merupakan tiga fitnah terbesar dimana Fitnah Dajjal di bangun di atas pondasinya. Ketiganya merupakan perangkap awal untuk menggiring manusia agar bisa menerima ideologi Dajjal. 

Fitnah atheisme mengajarkan akan kenihilan tuhan dan zat yang menciptakan, sehingga manusia tidak meyakini adanya Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta. Fitnah materialisme mengajarkan bahwa semua yang ada di dunia karena keberadaan materi. Sesuatu yang tidak nampak (ghaib) adalah kosong, dan nilai maupun norma sesuatu hanya bisa diukur dengan materi atau wujud yang nampak. Paham materialisme juga akan menggiring manusia untuk meyakini tidak adanya hari akhir, alam barzah, surga dan neraka. Pada gilirannya manusia hanya akan menerima konsep surga dan neraka sesuai dengan apa yang kelak akan dibawa oleh Dajjal, yaitu sungai dan air yang berada di tangan Dajjal. Saat Dajjal menawarkan air dan api di hadapan manusia, mereka akan meyakini bahwa itulah hakikat neraka dan surga yang sesungguhnya. Sedangkan fitnah zionisme akan mengambil peran untuk menggiring seluruh manusia akan kebenaran ajaran Dajjal, meyakini bahwa Dajjal adalah tuhan dan pemimpin mereka di akhir jaman. Fitnah zionisme juga mengajarkan agar manusia membenarkan apapun yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi zionis dan memberikan dukungan kepada mereka. Pada akhirnya, fitnah inilah yang menjadi puncak terdahsyat di muka bumi sebelum kemunculan Dajjal yang sesungguhnya. Ajaran zionis yang dibungkus dalam baju theologi global dan theosofi akan menggiring opini dunia tentang satu-satunya Tuhan dari semua agama; itulah Dajjal yang akan muncul di akhir jaman.

Hal lain yang dapat kami simpulkan adalah, bahwa Dajjal benar-benar sosok manusia keturunan Adam yang muncul dengan membawa fitnah. Semua tanda dan ciri yang disebutkan oleh Rasulullah saw tentang Dajjal benar-benar bermakna hakiki, bukan kiasan. Akan tetapi bentuk dan wujud fitnah yang dibawa oleh Dajjal ada juga yang bersifat maknawi. Apa yang banyak disebutkan oleh Rasulullah saw tentang berbagai kelebihan yang ditunjukkan Dajjal telah menjadi inspirasi bagi para penganut ideologi Dajjal untuk merealisasikan simbol-simbol tersebut. Dalam hal ini, bangsa barat yang diwakili oleh Amerika, Eropa, Inggris dan Israel merupakan sekumpulan bangsa yang berusaha untuk mewujudkan semua impian Dajjal dalam wujud yang bersifat materi. Kemampuan mereka membuat pesawat terbang, kapal laut, teknologi hujan buatan, kemampuan suplai bahan pangan, teknologi transportasi, informasi, telekomunikasi dan beragam teknologi modern lainnya, merupakan bagian dari propaganda pengikut Dajjal. Semua bentuk teknologi itu pada hakikatnya merupakan bagian dari fitnah atheisme, materialisme dan zionisme. Para pengikut Dajjal mencoba untuk mengilmiahkan semua doktrin dan ajaran Dajjal agar bisa diterima oleh seluruh lapisan. Dengan demikian, setiap manusia akan dengan mudah membenarkan semua fitnah yang kelak akan ditampakkan oleh Dajjal di akhir jaman. Dengan kata lain, Dajjal terus melakukan penetrasi dan sosialisasi atas ideologi yang dibawanya agar bisa diterima semua manusia.

Demikianlah hakikat dari fitnah Dajjal sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Nashir As-Sa’di. Dajjal tidak sesederhana kisah Ibnu Shayyad. Ibnu Shayyad sendiri hanya bagian kecil dari fitnah Dajjal. Pilar fitnah Dajjal berupa materialisme, atheisme dan zionisme inilah yang akan melahirkan anak-anak fitnah baru yang hari ini mencengkeram seluruh dunia. Dan semua ideologi destruktif maupun produk-produk material (teknologi transportasi, informasi dan telekomunikasi) yang telah merusak dunia Islam; itulah buah dari fitnah Dajjal. Wallahu’alam.

Dajjal sang Al Masih Palsu
secara bahasa “dajjal” (dajala) artinya menutupi, mengacaukan, membingungkan, juga manipulasi, yakni manipulasi kebenaran atau menyembunyikan kebenaran (fakta).

Jadi, dajjal itu sebutan bagi orang yang suka berdusta, memanipulasi, menutupi kebenaran, atau melahirkan kebohongan dan kepalsuan.

Dinamakan dajjal karena ia menutup kebenaran dengan kebatilan atau karena ia menutupi kekafirannya terhadap orang lain dengan kebohongan, kepalsuan, dan penipuan. Ada juga pendapat, disebut dajjal karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.

Menurut Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah, lafadz dajjal dipakai untuk 10 makna, di antaranya Kadzdzab (tukang dusta) dan Mumawwih (tukang tipu).

Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya Dajjal, yaitu sosok manusia dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia.karena besarnya fitnah Dajjal dan sangat berbahayanya bagi manusia, maka Rasulullah SAW menjelaskan sifat-sifatnya secara rinci dalam berbagai hadits. Hadits-Hadits tentang Dajjal sangat banyak dan shahih, bahkan para Ulama menganggapnya mutawatir. Tidak ada seorangpun dari kalangan ahlussunnah yang menentang berita munculnya Dajjal tersebut, kecuali seperti biasanya kelompok yang lebih menuhankan akalnya seperti Mu’tazilah dan Rasionalis. Mereka menganggap bahwa Dajjal hanyalah ungkapan tentang sifat, Bukan satu sosok makhluk yang disebut dengan Dajjal. Maka menurut mereka setiap orang yang memandang segala masalah hanya dengan sebelah mata yaitu hanya dengan barometer dunia, maka dia adalah Dajjal. Tentunya anggapan mereka ini adalah anggapan batil yang terbantah dengan hadits-hadits yang shahih. Kami kira cukup kami nukilkan hadits-hadits tersebut yang menjelaskan sifat-sifat Dajjal. Niscaya akan menjadi jelas apakah Dajjal itu sebuah ungkapan, sifat atau memang sesosok makhluk dari jenis manusia yang akan muncul di akhir Jaman.

Ciri-ciri Dajjal
1.      Dajjal Buta sebelah Matanya
2.      Dajjal adalah Pemuda Keriting
3.      Berkepala besar, lebar jidatnya
4.      Dajjal adalah laki-laki pendek dan gemuk
5.      Dajjal Lebar lehernya dan Bungkuk
6.      Memegang seakan-akan “Surga” dan “Neraka” dan “air dan api”
7.      Para Nabi telah memperingatkan dari Fitnah Dajjal
8.      Dajjal tidak memiliki keturunan
9.      Berkulit merah
10.  Pengkor kakinya

Berikut ini hadis-hadis yang menerangkan ciri-ciri fisik dajjal:
Diriwayatkan juga oleh At Tirmidzi dari Hammad bin Salamah, dan ia berkata, bahwa ini hadis hasan. Apabila dajal dilihat dari jauh maka ia terlihat seperti laki-laki pendek berbadan sangat gemuk, berkulit coklat merah yang murni, pipinya merah, kepalanya besar seakan-akan kepalanya adalah seperti kepala ular, berambut sangat keriting yang berbintik-bintik seakan-akan rambutnya terbuat dari air dan kerikil, tebal berkelok-kelok seakan-akan rambutnya itu adalah dahan-dahan pohon dan ujung kedua tapak kakinya berdekatan sedangkan tumitnya berjauhan. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dan diriwayatkan juga oleh Abu Ya’la dari Ibn ‘Abbas)

Dari an-Nawwas bin Sam’an berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mensifati Dajjal : “Dia adalah seorang pemuda keriting, matanya rusak, seperti aku melihat mirip dengan abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR.Muslim)

Apabila dajjal dilihat dari dekat maka ia terlihat seperti setan. Bagian kanan wajahnya terhapus, tidak bermata dan tidak beralis, mata kirinya menyala berwarna hijau seakan-akan ia adalah bintang yang berkilau (bermata satu) dan mejulur keluar, membelalak dan mengembung atau menjulai di atas pipinya. (lihat kitab Fathul Baari, kitab Al Fitan, bab Dzikruddajjal, halaman 97)

“Sesungguhnya Al Masihud dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, ujung telapak kakinya berdekatan, sedangkan tumitnya berjauhan, berambut keriting, bermata sebelah dengan mata yang terhapus.” (Riwayat Abu Dawud dari Ubadah Ibn Shamit dan diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad)

“Ternyata ia adalah seorang laki-laki yang berbadan besar, merah, berambut keriting dan bermata sebelah.” (Riwayat Bukhari dari Ibn ‘Umar dalam kitab Al Fitan, bab Dzikruddajjal)

“Bukankah sesungguhnya ia itu bermata sebelah dan tertulis diantara kedua mata dajjal itu kata ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh setiap Mu’min.” (Muttafaqun ‘Alaih, dari hadits Anas)

Dari Abu Hurairah,bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Adapun penebar kesesatan (Dajjal), maka dia buta matanya sebelah, lebar jidatnya, luas lehernya dan agak bungkuk mirip dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza. (HR.Ahmad dalam Musnad-nya ; Berkata Ahmad Syakir : “isnadnya shahih” dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)

 “Sesungguhnya kepala dajjal itu dari belakang terlihat tebal dan berkelok-kelok” (Hadits shahih riwayat Ahmad dari Hisyam bin ‘Amir)

Diriwayatkan daru Ubadah bin Shamit, berkata Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting, buta matanya sebelah tidak timbul tidak pula berlubang. Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketauhilah Rabb kalian tidak buta.(HR. Daud; dan dishahihkan oleh al-Bani dalam shahi al-Jami’u ash-Shagir,Hadits no.2455)

Afja’ dalam hadits diatas adalah seorang yang kalau berjalan meregangkan antara dua kakinya seperti seorang yang selesai di khitan. Dan ini adalah salah satu aib dajjal juga,demikian dikatakan dalam Aunul Ma’bud Syarh Abu Dawud, Hal.298)

“Pada matanya yang sebelah kanan seakan-akan ia adalah satu biji anggur yang terapung” (Riwayat Bhukari dalam kitab Shahihnya dari Ibn ‘Umar, kitab Al Fitan, bab Dzikruddajjal)

Dari abu sa’id al khudry, ia ditanya; Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya dia (dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (Abu Sa’id) menjwab : “ya”. (HR. Muslim)

"Dan aku melihat orang yang berambut ikal pendek, yang mata-kanannya buta Aku bertanya: Siapakah ini? Lalu dijawab, bahwa ia adalah Masihid - Dajjal" (Bukhari 77:68,92)

“Sesungguhnya dajjal itu terhapus matanya yang sebelah kiri” (Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Anas dan Abu Hudzaifah. Lihat pula kitab Al Jami’Ash Shaghir, karya Imam Suyuthi)

“Tertulis di antara dua matanya huruf kaf, fa’ dan ra’ ”. (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Anas dan dalam Ash Shahihah, karya Al Albaani, nomer 2457”

Ada dua makna pada “buta mata sebelah kanan” dan “tulisan kafir”, yaitu makna sesuai teks dan makna simbol.

Makna simbol untuk kebutaan mata kanan adalah Bahwa dua mata manusia itu, yang satu digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian dan agama, dan yang satu lagi digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan. Oleh karena hal-hal yang berhubungan dengan agama dan kerohanian itu lebih tinggi kedudukannya daripada hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan, maka buta mata kanan Dajjal berarti bahwa Dajjal sedikit sekali perhatiannya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan agama atau kerohanian, dan ini cocok sekali dengan apa yang dialami oleh bangsa-bargsa Eropa sekarang ini..

Ada yang berkata bahwa kata “ka fa ra” atau kafir pada dahinya ini berkenaan pula dengan keadaan rohaninya. Jika orang berkata, bahwa pada dahi seseorang terdapat tulisan anu, ini sama artinya dengan mengatakan, bahwa anu itu adalah fakta senyata-nyatanya bagi dia. Maka dari itu, uraian Hadits bahwa pada dahi Dajjal terdapat tulisan kafir, ini hanyalah berarti bahwa kekafiran itu merupakan kenyataan yang senyata-nyatanya bagi dia. Kata-kata Hadits itu sendiri sudah menerangkan; bahwa demikian itulah nyatanya. Pertama-tama, Hadits menerangkan bahwa tiap-tiap Mukmin dapat membaca tulisan itu; jadi bukan tiap-tiap orang dapat membaca tulisan itu. Lalu ditambahkan kata penjelasan tentang orang Mukmin itu, yakni, "baik ia buta huruf atau mengerti tulis menulis." Artinya, tiap-tiap orang Mukmin dapat memahami tulisan itu, baik ia mengerti tulis-menulis atau tidak. Sudah terang, bahwa tulisan yang dapat dibaca oleh tiap-tiap orang Mukmin, baik ia mengerti tulis-menulis atau buta huruf, tak mungkin berwujud kata-kata atau huruf. Jika tulisan itu berwujud kata-kata atau huruf, niscaya tak dipersoalkan lagi apakah pembacanya mukmin atau kafir, demikian pula tak perlu dinyatakan bahwa orang mukmin dapat membaca tulisan itu sekalipun ia buta-huruf. Kepandaian membaca tulisan, tak ada sangkut pautnya dengan urusan iman. Setiap orang yang tak buta huruf pasti dapat membaca tulisan, sedangkan orang buta huruf, sekalipun ia orang Mukmin sejati, ia tetap tak dapat membaca tulisan. Oleh karena itu, tulisan yang dimaksud bukanlah tulisan biasa, melainkan menifestasinya perbuatan seseorang. Pernyataan bahwa tulisan itu hanya dapat dibaca oleh orang Mukmin saja, ini berarti, bahwa orang kafir tak pernah sadar akan kekafirannya, sehingga membutuhkan mata orang Mukmin untuk membaca buruknya kekafiran mereka.

Penulis sendiri menafsirkan kedua makna teks dan simbol ini bisa saling melengkapi, kebutaan mata kanan adalah benar zahirnya dan juga berarti Dajjal tidak memiliki sifat kebaikan dalam dirinya, sama halnya dengan “tulisan kafara” yang menyatakan sebagai sifat dajjal pribadi dan juga adalah sifat yang membawa/menuntun orang lain kekafiran. Adapun kata “ka fa ra” bisa saja benar-benar tertulis pada Dajjal didahinya sebagaimana ia mampu pula membawa seakan-akan surga dan neraka atau sungai air dan parit api (dalam dalil lainnya) dan dapat menghidupkan orang mati, hal ini mudah saja diberi Allah SWT mengingat apa yang ada pada dirinya pula adalah hal-hal yang luar dari biasanya. Adapun orang yang tidak dapat melihat atau membaca, mereka dapat saja tahu dari ciri-ciri yang tersebar dari pembicaraan orang-orang, malahan bisa jadi pula orang-orang dapat membaca sesuai bahasanya masing-masing dan secara batin bagi yang buta.

Sama halnya mengenai fitnah Dajjal sebagai dzat/fisik atau fitnah Dajjal sebagai ideologi, keduanya juga adalah kebenaran mengingat sebagian nash mengisyaratkan kedua hal tersebut. “dapat menghidupkan orang mati” pun memiliki makna dari dua hal tersebut, orang yang benar-benar bisa menghidupkan orang mati dan bila berdasarkan fitnah ideologi adalah ideologi (pemerintahan) yang bisa menentukan mati dan hidupnya orang-orang.

Pada suatu saat Dajjal akan bertanya kepada seseorang, Kau meminta apa? Surga atau Neraka? Maka ia membawa seakan-akan Surga dan Neraka. Pada saat yang lainnya pula pada kaum yang lainnya, misalnya keadaan kemarau atau keadaan negeri yang baik, kau meminta air atau api? atau kau mau negerimu terkena api atau air? Maka ia membawa sungai air atau parit api atau sungai air atau sungai api.

Adapun perkataan kafir yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman yang pandai baca atau tidak. Huruf Arab Kaf Fa Ra (kafir, bermakna kufur) akan muncul pada dahinya dan akan mudah dilihat oleh orang Muslim yang bisa membaca maupun yang buta huruf, berdasarkan dalil :
Dari Annas ra, berkata Rasulullah SAW : “Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.” (HR.Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan : “Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya.” (HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)
Dalam riwayat lain dari Hudzaifah ra dikatakan : “Setiap Mukmin dapat membacanya, apakah dia bisa tulis atau pun buta huruf.” (HR.Muslim)
Para nabi telah memperingatkan akan keluarnya dajjal. Rasulullah Saw menyebut kata “dajjal” dan bersabda: “Aku memperingatkan kalian darinya. Tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaumnya tentang dajjal. Nuh a.s. telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya: Ketahuilah dia itu buta sebelah matanya, adapun Allah Swt tidaklah demikian.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Bersambung ...

Bila ingin membaca lebih lanjut ebook ini, Klik tulisan ini untuk kembali ke-link-link di daftar isi

Anda sedang membaca artikel tentang Dajjal Dan Fitnah Dajjal dan anda bisa menemukan artikel Dajjal Dan Fitnah Dajjal ini dengan url http://manfaatputih.blogspot.com/2013/08/dajjal-dan-fitnah-dajjal.html, anda boleh menyebarluaskannya atau mengcopypaste-nya jika artikel Dajjal Dan Fitnah Dajjal ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Dajjal Dan Fitnah Dajjal sebagai sumbernya.

7 komentar:

gilang marifatullah mengatakan...

dadjal dlm kajian sheik imran hosein lebih logis dan lebih mendekati kebenaran...........

Muhammad Yusuf mengatakan...

Fitnah Dajjal ada 2 makna, dillihat hadis-hadisnya ada yang menjelaskan sebagai sistem atau simbolis yang dimaknai faham/ideologi Dajjal dan satunya adalah Dajjal sebagai individu asli (manusia), kedua-duanya lebih mendekati kebenaran adanya, karena ada pemimpin dan ada pengikut, berarti ada rajanya/presidennya/ketuanya, pasti ada juga sistem/faham/ideologi yang dibangun didalam mekanisme kepemimpinan tersebut. tidak ada kepemimpinan yang memiliki pengikut yang ada didunia bila tidak ada sistem didalam mekanisme rumah tangga/kepartaian/kenegaraan/yayasan/perusahaan/kepercayaan/agama/dsb tersebut

Muhammad Yusuf mengatakan...

Ada beberapa kajian disini juga mengambil penjelasan dari kajian Syeikh Imran Hussein, semisal di : http://manfaatputih.blogspot.com/2013/08/dajjal-dan-penyebaran-fitnah-dajjal.html

rizky Ferdiansyah mengatakan...

Tas Selempang sebagai pengetahuan tambahan. . thanks gan . .

Muhammad Yusuf mengatakan...

sama-sama

Wong Fey Hung mengatakan...

Kalo gw baca ciri2 dajjal, ada banyak kemiripan dengan Rasul palsu bernama PAULUS dari tarsus

Muhammad Yusuf mengatakan...

Wong Fey Hung, kalau yang dimaksud Paulus "yang itu", ya mungkin saja dapat dikatakan sebagai salah satu Dajjal kecil yang pernah ada berdasarkan sifat-sifat Dajjal. tapi bila yang dimaksud 30 Dajjal yaitu yang ada lahiriahnya setelah jaman kenabian Muhammad SAW hingga sekarang, berarti bukan yang termaksud versi dari salah satu jumlah Dajjal dalam hadis ini,karena waktu Paulus sebelum islam (bila tidak salah). namun tetap dapat dikatakan sebagai Dajjal kecil juga pada umat lebih dahulu/terdahulu. kalau umum bahwa seluruh masa baik di umat terdahulu hingga umat islam ada sejumlah 30 Dajjal, maka akan lebih menguatkan lagi hal ini.

kutipan "Ketika kita membaca beberapa hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang membicarakan tentang Dajjal, maka kita akan mengetahui ternyata sebelum muncul Dajjal yang sesungguhnya, akan muncul beberapa “Dajjal” yang memiliki beberapa sifat yang dimiliki oleh Dajjal yang sesungguhnya. Yaitu kadzdzab (pendusta), dan mengaku sebagai nabi. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ دَجَّالِينَ كَذَّابِينَ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ

Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah munculnya para Dajjal pendusta, jumlah mereka hampir mencapai tiga puluh orang dan mereka semua akan mendakwakan dirinya seorang Nabi. (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits lain disebutkan, dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ دَجَّالِينَ كَذَّابِينَ كُلُّهُمْ يَقُولُ أَنَا نَبِيٌّ أَنَا نَبِيٌّ

“Sebelum datangnya hari kiamat akan muncul sekitar tiga puluh Dajjal pendusta, mereka semua berkata: ‘Aku adalah seorang Nabi, aku adalah seorang Nabi.” (HR. Ahmad)"

Posting Komentar

Beri Komentarmu disini!

Download Ebook LINK

.......................................................

MAU BACA LEBIH LANJUT
KLIK DAFTAR ISI DISINI

atau

Mau Download EBOOK ini

klik LINK ini :


Anda bisa download ebook ini di sini :

Pembahasan Tuntas Peradaban Manusia dari awal hingga akhir full Final.pdf

LINK 1 - ZIDDU

LINK 2 - 4SHARED

Surat Al Kahfi diantara Nubuat Nasrani versus Nubuat Islam.pdf

LINK 1 - ZIDDU

LINK 2 - 4SHARED

.......................................................

DAFTAR ISI

Daftar Isi :






















































Pembahasan Beberapa Hal Penting:

























































7. Periode Zaman Kiamat/Zaman Peradaban Manusia Akhir Yang Tidak Mengenal Islam









Di dalam penulisan ini ada beberapa penjabaran baru yang belum pernah terlihat di dalam tulisan peneliti lainnya, Semoga hal ini bermanfaat untuk menambah kemanfaatan buku ini.


Bantinglah Otak Untuk Mencari Ilmu Sebanyak-Banyaknya Guna Mencari Rahasia Besar Yang Terkandung Di Dalam Benda Besar Yang Bernama Dunia Ini, Tetapi Pasanglah Pelita Dalam Hati Sanubari, Yaitu Pelita Kehidupan Jiwa. (Al- Ghazali)




Hak Cipta oleh M. Yusuf . Diberdayakan oleh Blogger.